Animal Symbolicum Dalam Adat Jalatn Lome Jaih

Kunci Misi Gereja Katolik Di Tanah Krio, Ketapang, Kalimantan Barat

Autori

  • Hilarion Gerri Parto Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang
  • Florensius Ajung Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang
  • Yulita Nadila Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v20i1.279

Parole chiave:

Jalatn Lome Jaih, Animal Symbolicum, Transformasi, Misi, Pastoral

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemahaman Animal Symbolicum dalam adat Jalatn Lome Jaih masyarakat Dayak Krio, Ketapang, Kalimantan Barat, serta perannya dalam mendukung misi Gereja Katolik untuk mengharmonisasikan ajaran agama dengan budaya lokal. Di Indonesia, hubungan antara agama dan budaya sering menghadapi tantangan, terutama di masyarakat yang memiliki tradisi adat kuat seperti Suku Dayak Krio. Jalatn Lome Jaih merupakan adat yang berkaitan dengan siklus hidup, mulai dari kelahiran, perkawinan, hingga kematian, yang sarat dengan simbolisme budaya dan spiritual. Gereja Katolik dalam misinya di Tanah Krio memerlukan pendekatan yang adaptif agar ajarannya lebih diterima oleh masyarakat setempat, tanpa mengesampingkan identitas budaya mereka. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan pendekatan analitis dengan memanfaatkan konsep Animal Symbolicum dari Ernst Cassirer untuk mengeksplorasi simbolisme adat sebagai media komunikasi dalam dialog agama dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa simbol dalam Jalatn Lome Jaih, seperti penggunaan air dalam nurutn manik yang menyerupai makna sakramental dalam baptisan, atau konsep penghormatan kepada leluhur dalam batipak baluhak yang sejalan dengan doa untuk arwah dalam Gereja Katolik, dapat menjadi titik temu yang memperkaya spiritualitas masyarakat Dayak Krio. Dengan demikian, simbolisme adat dapat berfungsi sebagai medium komunikasi yang memungkinkan pendekatan pastoral yang lebih kontekstual dan inklusif di Tanah Krio.

Downloads

I dati di download non sono ancora disponibili.

Riferimenti bibliografici

Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974-980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394

Adon, M. J., & Avi, G. (2023). Konsep Religiositas Masyarakat Suku Cepang Manggarai-NTT dalam Simbolisme Ritus Da'de. Dialog, 46(1), 71-85. https://doi.org/10.47655/dialog.v46i1.680

Apriliana, W. (2023). Aliran Simbolisme dalam Kesusastraan Arab Modern. Al-Munawwarah: Jurnal Pendidikan Islam. https://ejournal.kopertais4.or.id/sasambo/index.php/munawwarah/article/view/5685

Cassirer, E. (2021). The Philosophy of Symbolic Forms, vol. 3: Phenomenology of Cognition. In Trans. by S. Lofts. London/New York: Routledge. https://doi.org/10.4324/9780429284922

Cassirer, E. (2022). Mythos, Sprache und Kunst. books.google.com. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=cyuJEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=%22ernst+cassirer%22&ots=-_qUXGJio5&sig=8jlxq40RfSsN7JmOlKMcM0gjREY

Cassirer, E. (2023a). An essay on man: An introduction to a philosophy of human culture. books.google.com. https://books.google.com /books?hl= en&lr=&id=b2TIEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1& dq=%22ernst+cassirer%22&ots=sZcYYfjtj6&sig=5zxMddDLyU9qkIoxRUyoig0gxx0

Cassirer, E. (2023b). Philosophie der symbolischen Formen. Dritter Teil: Phänomenologie der Erkenntnis. books.google.com. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=7E--EAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=%22ernst+cassirer%22&ots=LWN50Qv2TH&sig=ITvsqyo0K_ghuvb9wZpbJVteAaE

Cassirer, E. (2023c). Philosophie der symbolischen Formen. Erster Teil: Die Sprache. books.google.com. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=CPW9EAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=%22ernst+cassirer%22&ots=37oJwy4Pwz&sig=zTv9wn2ETKbyy0WXOcBxLMjnm2Y

Cassirer, E., Lofts, S. G., & Gordon, P. E. (2020a). The Philosophy of Symbolic Forms, Volume 2: Mythical Thinking. taylorfrancis.com. https://doi.org/10.4324/9780429282478

Cassirer, E., Lofts, S. G., & Gordon, P. E. (2020b). The Philosophy of Symbolic Forms, Volume 3: Phenomenology of Cognition. taylorfrancis.com. https://doi.org/10.4324/9780429282508

Djuweng, S., Andasputra, N., Bamba, J., & Petebang, E. (Eds.). (2003). Tradisi Lisan Dayak: Yang Tergusur dan Terlupakan. Institut Dayaklogi.

Evan-Pritchard, edward E. (1992). Ritual and Religion in the Making of Humanity. Clarendon Press.

Florus, P., Djuweng, S., Bamba, J., & Andasputra, N. (Eds.). (1994). Kebudayaan Dayak: Aktualisasi dan Transformasi. Gramedia.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Book.

Hapsari, M. M. C., Darmantho, A., & ... (2024). Simbolisme dan Makna dalam Syair'Atas Pisang'pada Tari Dolalak: Pendekatan Semiotika Barthes. Abstrak: Jurnal Kajian …. https://journal.asdkvi.or.id/index.php/Abstrak/article/view/174

Kusuma, T. A. B. N. S., & Damai, A. H. (2020). Rumah tradisional jawa dalam tinjauan kosmologi, estetika, dan simbolisme budaya [the Javanese traditional house in review of cosmology, aesthetic, and cultural symbolism]. Kindai Etam: Jurnal Penelitian Arkeologi, 6(1), 45-56. https://doi.org/10.24832/ke.v6i1.58

Lestary, S. D. (2023). Ritual Bebubus dalam Perspektif Budaya Sasak: Simbolisme, Keunikan, dan Relevansi di Era Modern. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia. https://journal.yazri.com/index.php/jupsi/article/view/66

Lévi-Strauss, C. (1963). Structural Anthropology. Basic Books.

Mikael & Agus, A. (2010). Adat Istiadat Dan Hukum Adat. PPSDAK Pancur Kasih.

Parto, H. G. (2023). Budaya. Jurnal Penelitian Humaniora, 28(2). https://doi.org/10.21831/hum.v28i2.54032

Parto, H. G., Riyanto, F., & Adon, M. J. (2024). Keseimbangan Alam Dan Manusia: Menyibak Nilai-Nilai Ekologis Budaya Suku Dayak Krio Berdasarkan Perspektif Ekologi Thomas Berry. Jurnal BATAVIA. 1(03), 145–158. https://journal. zhatainstitut.org/index.php/batavia/ article/view/55

Putra, A. T. (2020). Dayak Krio: Ketapang, Kalbar Mitos Asal Usul, Kini, Masa Depan. Lembaga Literasi Dayak.

Rahmatini, R., & Hartono, T. (2023). Tradisi Upacara Adat Maruba di Kecamatan Hulu Sungai. Konstanta: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 1(1), 20-30.

Ranubaya, F. A., Meo, Y. W. B. L., & Firmanto, A. D. (2024). Pengaruh Misi Gereja Katolik Paska Konsili Vatikan II Di Keuskupan Ketapang. Euntes : Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik, Dan Pendidikan Agama Katolik, 2(1), 46-64. https://doi.org/10.58586/je.v2i1.44

Tandiangga, P. (2021). Simbolisme, Realitas, dan Pikiran dalam Semiotika Charles W. Morris. Jurnal Syntax Transformation.

https://doi.org/10.46799/jst.v2i5.274

Wardani, L. K. (2006). Simbolisme Liturgi Ekaristi dalam Gereja Katolik: Sebuah Konsepsi dan Aplikasi Simbol. Dimensi Interior, 4(1).

Widen, K. (2023). Orang Dayak dan Kebudayaannya. Journal Ilmu Sosial, Politik Dan Pemerintahan, 12(2), 207-218. https://doi.org/10.37304/jispar.v12i2.9834

##submission.downloads##

Pubblicato

2025-06-01

Come citare

Parto, H. G., Ajung, F., & Nadila, Y. (2025). Animal Symbolicum Dalam Adat Jalatn Lome Jaih: Kunci Misi Gereja Katolik Di Tanah Krio, Ketapang, Kalimantan Barat. Perspektif, 20(1), 19–37. https://doi.org/10.69621/jpf.v20i1.279

Fascicolo

Sezione

Articoli

Categorie