Paroki, Wadah Perjumpaan Antarbudaya

Penulis

  • Agustinus Lintang Adicahyo Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang
  • Nicolas Gerardus Dimas Pramudita Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v15i1.10

Kata Kunci:

paroki, perjumpaan antarbudaya, satu, katolik

Abstrak

Dalam tulisan ini, penulis mencoba untuk lebih mendalami makna persatuan dalam jemaat paroki, karena semakin menjadi tempat perjumpaan antarbudaya. Dengan cara ini, penulis juga ingin menawarkan beberapa ide untuk para imam paroki, dewan paroki, dan jemaat Kristen itu sendiri, terutama dalam menghadapi interkultural, di mana umat Allah dari berbagai latar belakang bertemu. Lalu apa yang harus diperhatikan dalam membangun komunitas paroki yang sejahtera? Penulis menggarisbawahi pentingnya kompetensi antarbudaya bagi anggota masyarakat untuk mewujudkan dua karakter utama Gereja, yaitu kesatuan dan katolik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adam, Karl (1954), The Spirit of Catholicism. New York: Doubleday and Company, Inc.

Balun, Bernard S. (2012), Paroki, Gereja yang Hidup. Yogyakarta: Penerbit Lamalera.

Dokumen Konsili Vatikan II (terj. R. Hardawirjana) (2009), Jakarta: Penerbit Obor.

Katekismus Gereja Katolik (1995), Ende: Nusa Indah.

Kitab Hukum Kanonik (1983), Jakarta: MAWI dan Obor.

Kleden, Budi (2012), “Yang tetap dalam KBG sebagai Cara Baru Menggereja”, dalam Bernard S. Balun, Paroki, Gereja yang Hidup, Yogyakarta: Penerbit Lamalera.

Parekh, Bhikhu (2008), Rethinking Multiculturalism: Keberagaman Budaya dan Teori Politik. Yogyakarta: Kanisius.

Seda, Francisia SSE (2011), “Menuju Gereja yang Makin Mengindonesia: Suatu Perspektif Sosiologis”, dalam Spektrum No. 4 Tahun XXXIX. Jakarta: Dokpen KWI, 75-93.

Yohanes Paulus II (1989), Para Anggota Awam Umat Beriman Kristus (Imbauan Apostolik Pasca Sinode “Christifideles Laici”. Jakarta: Dokpen KWI.

Unduhan

Diterbitkan

2020-06-01

Cara Mengutip

Adicahyo, A. L., & Pramudita, N. G. D. . (2020). Paroki, Wadah Perjumpaan Antarbudaya. Perspektif, 15(1), 19–30. https://doi.org/10.69621/jpf.v15i1.10

Terbitan

Bagian

Artikel

Kategori