Hakikat Jihad Serta Pemaknaannya dalam Konteks Indonesia

Autores/as

  • Adolvus Stevanus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang
  • Bonifasius Jagom Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang
  • Felix Mahendra Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang
  • Gregorius Loudowick Lengga Wangge Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang
  • Marcelino Bramantyoko Jie Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v16i1.21

Palabras clave:

Jihad, Perang, Islam, Indonesia, terorisme, Al-Qur’an, Hadits, Rasulullah SAW

Resumen

Jihad merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam sesuai dengan kemampuannya masing-masing, namun jihad seringkali disalahartikan sebagai perang. Jihad yang diperintahkan dalam Al-Qur’an tidak terbatas pada jihad dalam arti perang, tetapi mencakup banyak arti lainnya. Jihad pada masa Mekkah dilakukan bukan dengan perang, melainkan dengan mengerahkan segenap kemampuan menghadapi kaum musyrik dengan kalimat-kalimat yang menyentuh akal dan hati karena melihat situasi dan kondisi umat Islam yang masih lemah dan tidak memiliki kekuatan fisik. Sementara itu, jihad pada masa Madinah cenderung dimaknai sebagai ‘perang’, yaitu upaya umat Islam untuk membalas serangan yang ditujukan kepada mereka. Dalam konteks Indonesia, jihad lebih dimaknai sebagai jihad nafsu, yaitu melawan hawa nafsu yang ada dalam diri sendiri dan juga menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Descargas

Los datos de descargas todavía no están disponibles.

Citas

Abbas, Nasir (2009), Memberantas Terorisme: Memburu Noordin M. Top. Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu.

Al-Bana, Gamal (2005), Al-Jihad. Yogyakarta: Pilar Media.

Almascaty, Hilmy Bakar (2001), Panduan Jihad untuk Aktivis Gerakan Islam. Jakarta: Gema Insani.

Al-Mubarakfuri, Syaikh Shafiyyurrahman (2010), Sirah Nabawiyah (terj. Kathur Suhardi). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Al-Qur’an al-Karim.

Chrirzin, Muhammad (2001), Jihad Menurut Sayid Qutub dalam Tafsir Zhilal. Solo: Era Intermedia.

Ghazali, Imam (2003), Ringkasan Ihya’ Ulumiddin: Ditahqiq oleh Abu Fajar al-Qalami. Surabaya: Gitamedia Press.

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/nul [diakses pada 1 Desember 2020].

https://maulanusantara.wordpress.com/2010/05/05/bentuk-bentuk-jihaddan-padanannya/ [diakses hari Jumat 4 Desember 2020].

Lings, Martin (2007), Muhammad: His Life Based on the Earliest Source. Diterjemahkan oleh Qomaruddun SF menjadi Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik. Jakarta: Serambi.

Mansur, Sutan (1982), Jihad. Jakarta: Panji Masyarakat.

Mubarraq, Zulfi (2011), Tafsir Jihad: Menyikap Tabir Fenomena Terorisme Global. Malang: UIN Maliki Press.

Nawawi, Imam. Arba’in Nawawi. Surabaya: al-Miftah.

Naya, Farid (2015), “Mengungkap Makna dan Tujuan Jihad dalam Syariat Islam”, dalam Tahkim, Vol. XI No. 2. Desember.

Rohimin (2006), Jihad: Makna dan Hikmah. Jakarta: Erlangga.

Salendra, Kasjim (2009), Jihad dan Terorisme Dalam Perspektif Hukum Islam. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI.

Triana, Rumba (2015), “Tafsir Ayat-Ayat Jihad dalam Al-Quran (Tafsir Tematik Terma Jihad dalam Al-Quran)” dalam Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu AlQuran dan Tafsir. Vol. 12:2.

Yatim, Badri (2006), Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Publicado

2021-06-01

Cómo citar

Stevanus, A., Jagom, B., Mahendra, F., Wangge, G. L. L., & Jie, M. B. (2021). Hakikat Jihad Serta Pemaknaannya dalam Konteks Indonesia . Perspektif, 16(1), 43–59. https://doi.org/10.69621/jpf.v16i1.21

Número

Sección

Artículos

Categorías