Allah Tritunggal dan Nilai Rumah Adat bagi Hidup Menggereja. Studi Kasus di Paroki Maria Diangkat ke Surga, Rejeng, Manggarai, Keuskupan Ruteng

Penulis

  • Siprianus Jegaut Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v16i2.135

Kata Kunci:

Gereja, Allah Tritunggal, Iman, Mbaru gendang.

Abstrak

The focus in this study is “Triune God and the Value of Traditional House for  Church Life in Manggarai.” It is a case study in the parish dedicated to the  the Assumption of the Blessed Virgin Mary into Heaven, Rejeng, Ruteng Diocese.”  The Church believes that God has already worked with in every culture  wherever the Gospel is proclaimed. Proclamation of the gospel aims to  contextualize it into the culture, in such a way that the gospel can truly be  accepted in any culture. The Christian congregations do not only accept it but  also live it out with in their culture. Their lives are truly imbued by the spirit  of the gospel. This study aims to investigate how the faith of the people takes  root in their culture. The method used in this study is a qualitative one with  two approaches, namely literature review and interviews. This study finds out  three main points: the communion with God; the traditional house as the place  to share love; and the celebration of faith in community. 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Agung, Iwantinus (2020), “Peran Rumah Adat Mbaru Gendang Bagi Masyarakat Lentang-Manggarai dalam Perbandingan dengan Konsep Gereja debagai Communio Serta Implikasinya Terhadap Karya Pastoral Gereja.” Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero.

Bala, Kristoforus (2020), ”Allah Tritunggal: Allah Yang Bersahabat,” dalam Kamu Adalah Sahabatku, Edited by Charles Virgenius Setiawan F.X. Kurniawan, Markus Situmorang. Vol. 30. Malang: STFT Widya Sasana Malang.

Dangur, Anton Bagul (1996), Kebudayaan Manggarai Sebagai Salah Satu Khasanah Nasional. Surabaya: Ubhahara.

Dokumen Konsili Vatikan II. Terj. R. Hardawiryana (2017). Jakarta: KWI Obor.

Heribertus Ran Kurniawan, Frysa Wiriantari. (2019), ”Tradisi Siri Bongkok Pada Rumah Adat Mbaru Gendang Di Desa Todo Kabupaten Manggarai - NTT”; http://ejournal.undwi.ac.id/index.php/anala/article/view/ 1042/914; DOI: https://doi.org/10.46650/anala.7.2.1042.8-15

Indonesia, Konferensi Waligereja (1996), Iman Katolik Buku Informasi Dan Refrensi. Yogyakarta: Kanisius.

Jacobs, Tom (1987), Gereja Menurut Vatikan II. Yogyakarta: Kanisius. Kirchberger, G. (1991), Gereja Yesus Kristus Sakramen Roh Kudus. Ende: Nusa Indah.

Kiswara, C. (1988), Gereja Memasyarakat Akan Belajar Dari Kisah Para Rasul. Yogyakarta: Kanisius.

Lewi, Magdalena (2016), “Peranan Kepala Suku Dalam Mempertahankan Budaya Dan Rumah Adat Suku Labe Di Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur.” Repositori Universitas PGRI Yogyakarta, 1–16. https://

repository.usd.ac.id/8332/1/121414071_full.pdf.

Makuse, D.J. dan Eduard Jebarus (2004), Indahnya Kaki Mereka. Ende: Percetakan Arnoldus.

Mardiatmadja, B. S. (1986), Eklesiologi, Makna dan Sejarah. Yogyakarta: Kanisius.

Martasudjita, E. (1998), Memahami Simbol-Simbol dalam Liturgi, Dasar Teologi Liturgis, Makna Simbol, Pakai, Warna, dan Musik Liturgi. Yogyakarta: Kanisius.

Nggoro, Adi M. (2016), Budaya Manggarai Selayang Pandang. Ende: Nusa Indah.

Pandor, Pius (2013), ”Dimensi Simbolik Seni Rupa Mbaru Gendang dalam Terang Estetika Susanne K. Langer,” dalam Iman dan Seni Religius, Seri Filsafat Teologi Widya Sasana 24(23), Edited by Adi Saptowidodo Antonius Denny Firmanto. Malang.

Pandor, Pius (2015a), ”Imanensi Dan Transendensi Mori Keraeng Sebagai Wujud Tertinggi Orang Manggarai,”dalam Kearifan Lokal Pancasila, Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan. Edited by Otto Gusti Madung Armada Riyanto, Johanis Ohoitimur, C. B. Mulyatno. Yogyakarta: Kanisius.

Pandor, Pius (2015b), ”Menyimbak Praksis Lonto Leok Dalam Demokrasi Lokal Manggarai,” dalam Kearifan Lokal Pancasila: Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan. Edited by Otto Gusti Madung, Armada Riyanto, Johanis Ohoitimur, C.B. Mulyanto. Yogyakarta: Kanisius.

Pasi, Gregorius (2020), “Relasionalitas ‘Aku’ Dan ‘Engkau’ Dalam Masyarakat Indonesia Yang Majemuk Sebagai Gambaran Dari Relasionalitas Trinitas.” Studia Philosophica et Theologica 20 (2):

–26. https://doi.org/10.35312/spet.v20i2.189.

Satu, Adam (2012), Karya Pastoral SVD Di Manggarai, 1914-Sekarang dan Masa Mendatang dalam Iman, Budaya & Pergumulan Sosial. Edited by Charles Suwendi Martin Chen. Jakarta: Obor.

Taringan, Jacobus (2007), Religiositas Agama dan Gereja Katolik. Jakarta: Grasindo.

Waso, Dominikus (2002), Sejarah Paroki Katedral, Dalam Buku Kenangan Pemberkatan Katedral Ruteng. Ruteng: Paroki Katedral Ruteng.

Weiden, Wim van der (1988), ”Umat Allah dalam Perjanjian Lama,” dalam Tom Jacobs (Ed.), Gereja Menurut Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius.

Unduhan

Diterbitkan

2021-12-01

Cara Mengutip

Jegaut, S. (2021). Allah Tritunggal dan Nilai Rumah Adat bagi Hidup Menggereja. Studi Kasus di Paroki Maria Diangkat ke Surga, Rejeng, Manggarai, Keuskupan Ruteng. Perspektif, 16(2), 153–170. https://doi.org/10.69621/jpf.v16i2.135

Terbitan

Bagian

Artikel