Kawin-Cerai Hidup dan Kawin Lagi Dari Sudut Pandang Hukum Kanonik Gereja Katolik dan Sumbangsihnya Bagi Karya Pastoral di Paroki St. Markus Melak Keuskupan Agung Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.69621/jpf.v19i2.263Kata Kunci:
Perkawinan, hukum kanonik, kawin-cerai hidup dan kawin lagiAbstrak
Studi ini membahas “Kawin-Cerai Hidup dan Kawin Lagi Dari Sudut Pandang Hukum Kanonik Gereja Katolik dan Sumbangsihnya Bagi Karya Pastoral Di Paroki St. Markus Melak Keuskupan Agung Samarinda. Karena perkawinan menjadi hal yang sangat penting, maka Gereja, negara dan lembaga adat mengaturnya. Gereja Katolik mengaturnya dalam Kitab Hukum Kanonik, khususnya Kanon1055-1165. Perkawinan Katolik selalu ditinjau dari hukum kodrati, hukum gerejawi dan hukum sipil. Hukum Kodrati berlaku untuk semua orang tanpa kecuali, termasuk mereka yang beragama lain atau kebudayaan lain. Studi ini bertujuan untuk menggali alasan mendasar Gereja Katolik untuk tidak meneguhkan pernikahan dari gereja-gereja lain yang masih terikat dengan pernikahan sebelumnya dengan orang Katolik yang tidak mengalami halangan hukum. Metode yang digunakan ialah fenomenologi dan pustaka. Studi ini menemukan, pertama, hukum kodrati menjadi alasan dasar untuk tidak menikah bagi yang masih terikat sebelumnya. Kedua, perkawinan orang-orang dibaptis dianggap sebagai sakramen oleh hukum kanonik.
Unduhan
Referensi
Eminyan, M. (2001). Teologi Keluarga. Kanisius.
Fransiskus. (2016). Amoris Laetitia (Sukacita kasih). Dokumentasi dan Penerangan KWI.
Hardawiryana, R. (2017a). Familiaris consortio. Dokumentasi dan Penerangan KWI-Obor.
Hardawiryana, R. (2017b). Gaudium et Spes Dalam dokumen Konsili Vatikan II. KWI-Obor.
Johanes Paulus II. (1993). Katekismus Gereja Katolik, Jakarta. Nusa Indah.
Konferensi Waligereja Indonesia. (2011). Pedoman Pastoral Keluarga. Obor.
Lon, Y. S. (2019). Hukum Perkawinan Sakramental dalam Gereja Katolik. PT. Kanisius.
Raharso, A. T. (2016). Halangan-Halangan Nikah Menurut Hukum Gereja Katolik (3 ed.). Dioma.
Rubiyatmoko, R. (2011). Perkawinan Katolik Menurut Kitab Hukum Kanonik. Kanisius.
Rubiyatmoko, R. (Ed.). (2016). Kitab Hukum Kanonik. Konferensi Waligereja Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Siprianus Jegaut, Stefanus Fernandes

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.















