Faktor-faktor Penyebab Kesenjangan Antara Mahasiswa Urban Katolik dengan Gereja Di Kota Malang Ditinjau Dari Model Praksis Stephen B. Bevans

Autor/innen

  • Adolvus Stevanus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v18i2.204

Schlagworte:

Catholic Urban Students, Church, the Praxis Model

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kesenjangan yang terjadi antara Mahasiswa Urban Katolik dengan Gereja di Kota Malang. Penulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan wawancara langsung terhadap beberapa mahasiswa urban Katolik. Penulis membahas tema ini dalam terang model praksis menurut Stephen B. Bevans. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada dua faktor yang menyebabkan kesenjangan antara mahasiswa urban Katolik dan Gereja. Faktor pertama berasal dari mahasiswa urban yakni mahasiswa urban belum memahami dengan baik makna dari perayaan Ekaristi sehingga bagi mereka Ekaristi bukan sebagai suatu kewajiban, tetapi sebagai suatu kebutuhan, mahasiswa urban kerap kali datang terlambat ke gereja dan memilih tempat duduk paling belakang sehingga mereka tidak mendengar dengan jelas informasi paroki yang dibacakan pada saat pengumuman. kemudian mahasiswa urban masih belum move on dengan budaya lama yang berasal dari daerahnya, namun mereka terbawa arus dalam budaya digital. Faktor kedua berasal dari gereja. Dengan memimpin perayaan Ekaristi pada hari Minggu, pastor paroki merasa sudah melakukan kewajibannya melayani umat secara keseluruhan. Lalu metode pastoral tidak berdasarkan dari realitas kehidupan umat sehingga pelayanan yang dilakukan petugas pastoral tidak menyentuh langsung dengan kehidupan umat (mahasiswa urban). Berdasarkan hasil penelitian ini tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar gereja menjadi inisiator pertama dalam merangkul kembali mahasiswa urban Katolik di kota Malang dengan mengakomodasi kegiatan-kegiatan atau pelatihan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk terlibat dalam pelayanan gereja serta mendukung mereka dalam pertumbuhan dan pengembangan hidup rohani.                        

Downloads

Keine Nutzungsdaten vorhanden.

Literaturhinweise

Bevans, B. Stephen (2010), Teologi Dalam Prespektif Global. Penerbit Ledalero.

Bevans B. Stephen (2002), Model-model Teologi Kontekstual. Penerbit Ledalero.

Mustika Wakit, Agustinus Supriyadi (2021), Dampak Perayaan Ekaristi Kampus Bagi Perkembangan Iman Mahasiswa Stkip Widya Yuwana. Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 21.

Noval Perdana Astiyan Putra, & Sugeng Harianto (2022), Konstruksi Sosial Mahasiswa Urban Di Kota Surabaya. Jurnal Analisa Sosiologi, 11. https://jurnal.uns.ac.id/jas/article/view/57277

Samiaji Sarosa. (2021). Analisis Data Penelitian Kualitatif (Samiaji Sarosa, Ed.). PT. Kanisius.

Sri Haryanto dan Vava Imam Agus Faisal (2022), Iman Sebagai Basis Pendidikan Karakter. Jurnal Al-Qalam, 23. https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/alqalam/article/view/3334

Zanah Miftahul (2022), Mengenal 4 Kampus Negeri Kota Malang di Hari Pelajar Internasional. Detikjatim. https://www.detik.com/jatim/berita/ d-6411739/mengenal-4-kampus-negeri-kota-malang-di-hari-pelajar-internas

Veröffentlicht

2023-12-21

Zitationsvorschlag

Stevanus, A. (2023). Faktor-faktor Penyebab Kesenjangan Antara Mahasiswa Urban Katolik dengan Gereja Di Kota Malang Ditinjau Dari Model Praksis Stephen B. Bevans. Perspektif, 18(2), 167–182. https://doi.org/10.69621/jpf.v18i2.204

Ausgabe

Rubrik

Articles

Am häufigsten gelesenen Artikel dieser/dieses Autor/in