Membangun Teologi Kebersamaan Melalui Tradisi Julu Nuru Masyarakat Manggarai
DOI:
https://doi.org/10.69621/jpf.v17i1.151Palavras-chave:
julu nuru, culture, dialogue, togetherness, sharing.Resumo
Culture is a place to build theology. This paper tries to explain the theology of togetherness that was built through the julu nuru tradition of the Manggarai community. The methodology used in this paper is a literature study to explore the values of togetherness in the julu nuru tradition in order to build dialogue within the theological framework. The julu nuru tradition is an activity of distributing meat evenly to a certain group. The concept of sharing is the forerunner of the theology of togetherness. The julu nuru tradition presupposes that there is a living situation in togetherness so that a constructive dialogue can be created. The theology of togetherness through the julu nuru culture is the foundation for Indonesian life which emphasizes the spirit of mutual cooperation. The concept of julu nuru can be an inspiration for the Indonesian people to continue to foster the spirit of brotherhood and solidarity in the midst of ethnic, religious, racial, and inter-group diversity. The essence of life is sharing with others. Dialogue means sharing experiences to build the common good together.
Budaya adalah salah satu tempat untuk membangun teologi. Tulisan ini mencoba menjelaskan teologi kebersamaan yang dibangun melalui tradisi julu nuru masyarakat Manggarai. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi literatur untuk menggali nilai-nilai kebersamaan dalam tradisi julu nuru dalam rangka membangun dialog dalam kerangka teologis. Tradisi julu nuru merupakan kegiatan pembagian daging secara merata kepada kelompok tertentu. Konsep berbagi merupakan cikal bakal teologi kebersamaan. Tradisi julu nuru mengandaikan adanya situasi yang hidup dalam kebersamaan sehingga dapat tercipta dialog yang konstruktif. Teologi kebersamaan melalui budaya julu nuru merupakan landasan kehidupan bangsa Indonesia yang mengedepankan semangat gotong royong. Konsep julu nuru dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk terus menumbuhkan semangat persaudaraan dan solidaritas di tengah keragaman suku, agama, ras dan antar golongan. Inti dari hidup adalah berbagi dengan orang lain. Dialog berarti berbagi pengalaman untuk membangun kebaikan bersama.
Kata-kata kunci: julu nuru, budaya, dialog, kebersamaan, sharing.
Downloads
Referências
Ali, M. (2003). Teologi Pluralis-Multikultural: Menghargai Kemajemukan Menjalin Kebersamaan. Jakarta: Buku Kompas.
Atawolo, A. (2020). Ensiklik Paus Fransiskus; “Fratelli Tutti”, Persaudaraan Universal. Retrieved from Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia website: https://komkat-kwi.org/2020/10/07/ensiklik-pausfransiskus- fratelli-tutti-persaudaraan-universal/
Cahyadi, T. K. (2011). Berbagi untuk Menjadi Semakin Peduli. In Mari Berbagi: Menuju Perwujudan Diri Sejati. Jakarta: Konsorsium Pengembangan Pemberdayaan Pastoral Sosial Ekonomi.
Conkasae.com. (2017). “Juru Nuru” Sebuah Tradisi yang Masih Terpelihara di Manggarai. Retrieved from Conkasae.com website: https:// www.congkasae.com/2017/12/julu-nuru-sebuah-tradisi-yangmasih. html
Fransiskus, P. (2020). Fratelli Tutti (Saudara Sekalian) (M. Harun, Trans.). Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.
Liliweri, A. (2011). Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mulyono, Y. E. (2011). Mari Berbagi. In Mari Berbagi: Menuju Perwujudan Diri Sejati. Jakarta: Konsorsium Pengembangan Pemberdayaan Pastoral Sosial Ekonomi.
Prabowo, H. A. (2021). Multikulturalisme dan Dialog dalam Pendidikan Agama Katolik. Jurnal Teologi, 10(1), 19–34. https://doi.org/10.24071/ jt.v10i1.2794
Riyanto, A. (2009). Politik, Sejarah, Identitas, Postmodernitas. Malang: Widya Sasana Publication.
Seputra, A. W. (2011). Teladan Berbagi. In Mari Berbagi: Menuju Perwujudan Diri Sejati. Jakarta: Konsorsium Pengembangan Pemberdayaan Pastoral Sosial Ekonomi.
Downloads
Publicado
Como Citar
Edição
Secção
Licença

Este trabalho encontra-se publicado com a Licença Internacional Creative Commons Atribuição-NãoComercial-SemDerivações 4.0.














