Askese, Misi Transformasi Diri

Dialog Iman Katolik dengan Serat Wedhatama

Autori

  • Heru Kurniawan Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v10i1.4

Parole chiave:

askese, Serat Wedhatama, misi pasca Konsili, dialog iman

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi hubungan yang melekat antara iman dan budaya dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun komunal. Penulis secara khusus menganalisis iman Kristen dalam konteks Jawa, di mana ia menemukan bahwa ada hubungan erat antara praktik asketis-mistis dalam agama Kristen dan salah satu tradisi Jawa, yaitu Serat Wedhatama. Serat Wedhatama ('ajaran utama', 'petunjuk utama' atau 'ajaran utama', yang berarti 'kebijaksanaan agung') disusun oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (KGPAA Mangkunegara IV, 1809-1881), seorang penyair terkemuka Surakarta Kerajaan, Jawa Tengah. Wedhatama memuji moralitas (wirya, arta, winasis - martabat, kekayaan, pengetahuan) yang konsisten dengan Islam Jawa mistik, berbeda dengan komunitas Islam Ortodoks yang lebih sadar diri. Berkenaan dengan agama (agama: ageming aji), dengan empat tingkatan sembah raga, sembah cipta, sembah suksma, sembah rasa (memuji Tuhan dengan tubuh, pikiran, dan jiwa untuk menjadi satu dengan Yang Mahakuasa) , Wedhatama tampaknya sesuai dengan tradisi lama pertapa-mistik Kristen. Penulis berpendapat bahwa perjumpaan kedua tradisi itu justru merupakan cara terbaik untuk menjadi seorang Kristen Jawa sejati sekaligus menjadi saksi bagi masyarakat luas.

Downloads

I dati di download non sono ancora disponibili.

Riferimenti bibliografici

Bosch, David J. (1991), Transforming Mission, New York: Orbis Books.

Christi Putra, Agung, (1989), Menuju Pengalaman Allah (Tesis), Malang: STFT Widya Sasana.

Harjawiyata, Frans (1984), Hidup dalam Roh, Dasa-dasar Hidup Religius, Yogyakarta: Kanisius.

Jatmiko, Adityo (2005), Tafsir Ajaran Serat Wedhatama, Yogyakarta: Pura Pustaka.

Nasution, Hasyimsyah (1999), Filsafat Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama.

Pals, Daniel L. (1996), Seven Theories of Religion, Oxford: Oxford Univer sity Press.

Prasetya, F. Mardhi (1993), Psikologi Hidup Rohani 1, Yogyakarta: Kanisius.

Rogo, D. Scott (1996), Proyeksi Astral Pengembangan Potensi di Luar Badan Jasmani, Semarang: Dahara Prize.

Sudhiarsa, Raymundus (2006), “Agama dan Budaya dalam ‘Perspektif’”, dalam Perspektif Jurnal Agama dan Budaya vol.1, no.1, hlm. 1-3.

Sudhiarsa, Raymundus (2011), Missiology (diktat), Malang: STFT Widya Sasana.

Suparno, Paul (2003), Teori Intelegensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah, Yogyakarta: Kanisius. askese, misi transformasi diri - heru kurniawan62

Weda-Tama, Anggitanipun Swargi: Sampejan Dalem Kandjeng Gusti P.A.A. Mangkunegara IV ing Nagari Surakarta (t.t.), Solo: Penerbit T.B. Peladjar.

Wedhatama Sri Mangkunegara IV (terj. Adhikara S.P.) (t.t), Yogyakarta: Kanisius & CV Bina.

Woga, Edmund (2002), Dasar-dasar Misiologi, Yogyakarta: Kanisius.

Wulf, Frederich (1997), Sacramentum Mundi: An Encyclopedia of Theol ogy, Bangalore: Theological Publication.

Yayasan Mangadeng Surakarta (1979), Terjemahan Wedhatama, Karya K.G.P.A.A. Mangkunegara IV, Jakarta: Pradnya Paramita.

Zoetmulder, P.J. (1983), Kalangwan Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta: Djambatan.

Go, P., Kautamaan Teologal dan Keutamaan Religi (Diktat), Malang: STFT Widya Sasana

##submission.downloads##

Pubblicato

2015-06-01

Come citare

Kurniawan, H. . (2015). Askese, Misi Transformasi Diri: Dialog Iman Katolik dengan Serat Wedhatama. Perspektif, 10(1), 51–62. https://doi.org/10.69621/jpf.v10i1.4

Fascicolo

Sezione

Articoli

Categorie