Penghayatan Iman Katolik Mahasiswa Papua Di Tengah Masyarakat Urban Di Kota Malang dalam Terang Teologi Budaya Tanding Stephen B. Bevans
DOI:
https://doi.org/10.69621/jpf.v18i2.205Parole chiave:
Catholic Faith, Papuan Students, CountercultureAbstract
Fokus penelitian ini adalah penghayatan Iman Katolik Mahasiswa Papua di tengah Masyarakat Urban di Kota Malang dalam terang teologi Budaya Tanding Stephen B. Bevans. Semua orang yang dibaptis atau Kristen dipanggil untuk menjadi saksi atau misionaris Kristus kepada dunia. Mereka diutus ke tengah dunia untuk mewartakan kabar gembira dengan menampilkan hidup kontra semangat duniawi yang mengedepankan kasih, pengampunan, dan persaudaraan. Tujuan penelitian ini adalah: 1). Memahami panggilan umum orang Kristiani dan menggali lebih dalam pergulatan iman mahasiswa Papua di tengah masyarakat urban di kota Malang; 2). Untuk memahami konsep teologi kontekstual budaya tanding Stephen B. Bevans dan relevansi bagi umat beriman; 3). Bagaimana peran Gereja di kota Malang dalam merangkul dan mewujudkan semangat solidaritas bagi mahasiswa dari luar pulau secara khusus untuk mahasiswa dari Papua. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif (studi kepustakaan) dan in-depth interview (wawancara mendalam) dengan beberapa mahasiswa dari Papua. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologis karena menyangkut pengalaman konkret subyek yang diteliti. Temuan (founding) dari penelitian ini adalah 1). Mahasiswa Papua Katolik cenderung eksklusif atau tertutup oleh karena maraknya perilaku rasis terhadap mereka; 2). Mahasiswa Papua belum mampu beradaptasi dengan kehidupan masyarakat urban di kota Malang; 3). Belum ada pelayanan pastoral khusus untuk mahasiswa dari Papua.
Downloads
Riferimenti bibliografici
Adon, M. J., & Budi, A. S. (2021), Komunitas Kristiani sebagai Duta Kasih Allah di tengah Kebhinekaan Bangsa Indonesia. LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial Dan Budaya, 4(2), 135–153. https://doi.org/10.53827/ lz.v4i2.28
Bevans, B. S. (2002), Model-Model Teologi Kontekstual. In Model-Model Teologi Kontekstual (pp. 218–248). Ledalero.
Friedman, M. S. (1955), Martin Buber The Life Of Dialogue. In Martin Buber The Life Of Dialogue (pp. 1–299). Bronxville, New York.
Hendro, S. (2020), Membaharui Dunia Lewat Semangat Persaudaraan Global Sejarah . Masyarakat Yang Tidak Tahu Lagi Harus Bagaimana Untuk Mengatasi.Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(2), 1–22.
Lestari, Y. S. (2018). Politik Identitas di Indonesia: Antara Nasionalisme dan Agama. Journal of Politics and Policy, 1(1), 19–30.
Otor, F. S. (2020), Membangun Kembali Dialog Keagamaan: Telaah Deskriptif singkat atas Ensiklik Fratelli Tutti Menurut Paus Fransiskus Fransiskus. Dekonstruksi-Jurnal Filsafat, 21(1), 1–9. http://mpoc.org.my/ malaysian-palm-oil-industry/
Riyanto, F. X. E. A. (2013), Menjadi Mencintai. In Menjadi Mencintai. Kanisius.
Silalahi, H. (2020), Bermisi dalam Aksi: Kajian Teologis Misi Gereja Terhadap Perwujudan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. TE DEUM/ : Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan, 10(1), 25–47.
Sudhiarsa, R. I. M. (2021), Memuliakan Manusia dan Menemukan Tuhan dalam Diskursus Teologi Publik di Indonesia. In F. X. E. A. Riyanto (Ed.), Teologi Publik (pp. 105–112). Kanisius.
Yunus, M.-. (2021), Sosialitas Manusia Perspektif Martin Buber Dan Relevansinya Dengan Nilai-Nilai Pancasila. JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 7(1), 61. https://doi.org/ 10.24235/jy.v7i1.7631
##submission.downloads##
Pubblicato
Come citare
Fascicolo
Sezione
Licenza

Questo lavoro è fornito con la licenza Creative Commons Attribuzione - Non commerciale - Non opere derivate 4.0 Internazionale.














