Gereja Katolik dan Dialog Antaragama Di Indonesia Sejak Konsili Vatikan II

Mendalami Tema-tema Krusial Relasi Antar iman

Penulis

  • Blasius B. Baene Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v10i1.6

Kata Kunci:

paradigma dialog antaragama, Hierarki Gereja Katolik Indonesia, perdamaian dan keadilan, misi dialogal Gereja

Abstrak

Dialog antaragama dalam konteks Indonesia sebenarnya merupakan salah satu isu krusial bagi Gereja. Paradigma baru melakukan misi di dunia saat ini telah dipromosikan sejak Konsili Vatikan II (1962-1965) dan seterusnya untuk kemajuan hidup bersama di dunia bersama ini dan untuk kebaikan umat manusia. Gereja Katolik Indonesia terpanggil untuk menjadikan dialog antaragama sebagai nada utama dan metode misinya dan dalam melakukannya bekerja sama dengan orang-orang dari agama lain untuk masyarakat yang adil dan damai. Gereja Indonesia menjalankan karakter misioner ini dari banyak dokumen gerejawi, mulai dari Konsili Vatikan II hingga Kepausan Paulus VI dan Yohanes Paulus II.Penulis mencoba menawarkan analisisnya dengan maksud utama untuk mendukung dialog misi yang telah dilakukan Gereja. dibuat dalam masyarakat multikultural Indonesia.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Beding, Marcel (1986), 25 Tahun Hirarki Gereja Katolik Indonesia 1961- 1986, Jakarta: Komisi Komunikasi Sosial MAWI. 89 gerja katolik dan dialog antaragama

Binawan, Al. Andang L. (2007), “Dialog Antaragama dan Tantangan bagi Perdamaian serta Keadilan”, dalam Diskursus, 6/1 [April 2007]: 85-101.

Binawan, Al. Andang L. (2007), “Peran Gereja dalam Gerakan Sosial: Sebuah Catatan sesuai SAGKI 2005”, dalam Spektrum 4/XXXV [2007]:64-76.

Binawan, Al. Andang L. (2010), Ensiklik Deus Caritas Est dan Komentar: Gereja dan Pelayanan Kasih, Yogyakarta: Kanisius.

Coward, Harold (1989), Pluralisme: Tantangan Bagi Agama-agama, Yogyakarta: Kanisius.

Dokumen Konsili Vatikan II (terj. R. Hardawiryana) (1993), Jakarta: Obor.

Fajar, H.A. Malik, “Indonesia Baru dalam Perspektif Pluralisme Agama”, dalam Spektrum 1/XXIX (2001): 45-51.

Howard, Harold (1989), Pluralisme: Tantangan bagi agama-agama, Yogyakarta: Kanisius.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi Ketiga (2003), Jakarta: Balai Pustaka.

Kirchberger, Georg ed. (2002), Dialog dan Pewartaan, Maumere: LPBAJ.

Knitter, Paul F. (2005), Menggugat Arogansi Kekristenan, Yogyakarta: Kanisius.

Krispurwana Cahyadi, T. (2007), Yohanes Paulus II: Gereja, Teologi dan Kehidupan, Jakarta: Obor.

Mulkhan, Abdul Munir (2007), Satu Tuhan Seribu Tafsir, Yogyakarta: Kanisius.

Panikkar, Raimundo (1994), Dialog Intra Religius, Yogyakarta: Kanisius.

Rausch, Thomas P. (2001), Katolisisme: Teologi Bagi Kaum Awam, Yogyakarta: Kanisius.

Rembeth, Victor (2008), “Pancasila dan Kekerasan Agama”, dalam Opini Kompas, Kompas 3 Juni, hlm. 6.

Riyanto, Armada CM (1995), Dialog Agama dalam Pandangan Gereja Katolik, Yogyakarta: Kanisius.

Riyanto, Armada CM ed. (2000a), Agama-Kekerasan: Membongkar Eksklusivisme, Malang: Dioma dan STFT Widya Sasana Malang.

Riyanto, Armada CM ed. (2000b), Agama Anti Kekerasan: Membangun Iman yang Merangkul, Malang: Dioma dan STFT Widya Sasana Malang.

Riyanto, Armada CM (2007), “Nota Meretas Jalan “Societas Dialogal” Pembacaan Etis-Filosofis Nota Pastoral KWI”, dalam Spektrum 4/XXXV 90 PERSPEKTIF 10/1/2015(2007): 11-42.

Riyanto, Armada CM (2010), Dialog Interreligius: Historis, Tesis, Pergumulan Wajah, Yogyakarta: Kanisius.

Spektrum No. 1, Tahun XXIX, 2001.

Spektrum No. 1, Tahun XXVII, 1999.

Spektrum No. 4, Tahun XXVI, 1998.

Sudhiarsa, Raymundus (2008), “Membangun Masyarakat Multikultural dalam Terang Iman”, dalam Raymundus Sudhiarsa (ed), Kearifan Sosial Lintas Budaya: SVD Surya Wacana Merespon Misi Gereja, Yogyakarta: Lamalera.

Sudhiarsa, Raymundus (2009), Evangelisasi Berlanjut: Meneruskan Wasiat Guru, Yogyakarta: Kanisius.

Yohanes Paulus II (1992), Ensiklik Redemptoris Missio (terj. Marcel Beding), Ende: Nusa Indah

Unduhan

Diterbitkan

2015-06-01

Cara Mengutip

Baene, B. B. (2015). Gereja Katolik dan Dialog Antaragama Di Indonesia Sejak Konsili Vatikan II: Mendalami Tema-tema Krusial Relasi Antar iman. Perspektif, 10(1), 77–91. https://doi.org/10.69621/jpf.v10i1.6

Terbitan

Bagian

Artikel

Kategori