Studi Atas Program Pohon Sakramen di Paroki St. Antonius Padua Mbeling dalam Pandangan Eko-Spiritualitas Leonardo Boff
DOI:
https://doi.org/10.69621/jpf.v20i2.310Kata Kunci:
Lingkungan Hidup, Pohon Sakramen, Ekoteologi, Eko-Spiritualitas, Pastoral LingkunganAbstrak
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji program Pohon Sakramen di Paroki Antonius Padua Mbeling dalam perspektif ekoteologi secara khusus eko-spiritualitas Leonardo Boff. Program pohon sakramen merupakan bagian dari upaya Gereja lokal dalam menanggapi krisis ekologis sekaligus menyadarkan umat dalam menjaga dan merawat alam ciptaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pendekatan fenomenologis menitikberatkan pada pengalaman hidup umat dan pelaku pastoral dalam menghayati dan melaksanakan program pohon sakramen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pembacaan kritis terhadap konsep ekoteologi Leonardo Boff. Adapun temuan dari penelitian ini ialah: a) program pohon sakramen membantu umat beriman untuk menyadari pentingnya menjaga lingkungan hidup. Merawat alam merupakan tanggung jawab iman dan moral umat beriman. b) Program pohon sakramen menjadi sarana Pendidikan bagi umat beriman dalam menumbuhkan semangat relasional dan kesadaran saling bergantung seluruh ciptaan. c) Program ini tidak hanya berdimensi ekologis, akan tetapi menyentuh praksis spiritualitas umat dalam memperkuat komitmen dalam merawat bumi sebagai rumah bersama.
Unduhan
Referensi
Andira, M. A., Pallu, D., Sari, I., & Maria, H. (2024). Merajut Spiritualitas Dan Lingkungan: Tinjauan Teologis Terhadap Keselamatan Alam. Jurnal Silih Asih, 1(2). https://journal.sttkb.ac.id/index.php/SilihAsih/article/view/53%0Ahttps://journal.sttkb.ac.id/index.php/SilihAsih/article/download/53/85
Boff, L. (2008). Jeritan Bumi Jeritan Penderitaan. Bina Media Perintis.
Boff, L. (2009). Earth as Gaia: An Ethical and Spiritual Challenge. Concilium, 3, 24–31.
Borong, R. P. (2019). Kronik Ekotelogi: Berteologi dalam Krisis Lingkungan. STULOS, 17(2), 187–214.
Corneles, H., & Runtuwene, M. (2025). Ecotheology : Integrating Faith , Creation Care , and Contextual Practice in Indonesian Protestant Congregations. 145–170.
Exan, Rerung Alvary, N. H. (Editor). (2024). MERESPON JERITAN BUMI Spirit Berteologi dalam Konteks Krisis Ekologi. WidinaMediaUtama. www.freepik.com
Fauzi, M. R., Hapsari, I. D., Jamaludin, M., Pendidikan, F., Ulama, U. N., Tengah, J., Info, A., Industry, M., Territories, I., & Paradigm, C. (2025). A Philosophical Critique of Anthropocentrism and Environmental Decolonization in Raja Ampat’s Indigenous Territories. 5(2).
Hadiwardoyo, A. P. (2015). Teologi Ramah Lingkungan Sekilas tentang Ekoteologi Kristiani. Kanisius.
Halawa, I. K., & Situmorang, A. M. (2024). Memelihara Bumi: Upaya Praktis Dalam Mengaplikasikan Nilai-Nilai Ekoteologi untuk Pengelolahan Sumber Daya Alam. Sesawi: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 5(2), 323–335. https://doi.org/10.53687/sjtpk.v5i2.257
Hayon, F. D. (2024). Ekoteologi Leonardo Boff dan Relevansinya bagi Penanganan Krisis Lingkungan Hidup di Indonesia. IFTK Ledalero.
Komura, Y. (2024). Rambu Solo dan Ekologi: Manfaat Studi Biblika Kontekstual dalam Membangun Spiritualitas Ekoteologi di Toraja. http://e-journal.anugrah.ac.id/index.php/JCH
Kristianto, P. E. (2024). Pembelajaran Transformatif bagi Kaum Muda dalam Komunitas Iman Intergenerasi untuk Mengupayakan Keadilan Ekologis. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 8(2), 718–737. https://doi.org/10.30648/dun.v8i2.1167
Pardede, H. (2024). Kajian Ekoteologi Kejadian 1:28 Sebagai Amanat Budaya Dan Hubungannya Terhadap Kerusakan Alam Lingkungan Ecoteological Study Of Genesis 1:28 As A Cultural Mandate And Its Relationship To Natural Environmental Damage. In Jurnal Excelsis Deo: Jurnal Teologi (Vol. 8, Issue 1). https://bps.go.id/
Paus Fransiskus. (2015). Seri-Dokumen-Gerejawi-No-98-LAUDATO-SI-1. Ensiklik Paus Fransiskus, 1–161.
Prasetyo, Y. W. (2020). Pendidikan dan Spritualitas Ekologis dalam Ensiklik Laudato Si. https://jpicofmindonesia.org/2020/08/pendidikan-dan-spiritualitas-ekologis-menurut-paus-fransiskus-dalam-ensiklik-laudato-si/#_ftn16
Ranboki, B. A. (2018). Menemukan Teologi Leonardo Boff dalam Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si’. Indonesian Journal of Theology, 5(1), 42–67. https://doi.org/10.46567/ijt.v5i1.34
Riyanto, A. (2013). Menjadi Mencintai. Kanisius.
Riyanto, A. (2015). Kearifan Lokal-Pancasila Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan.” In Kearifan Lokal -Pancasila Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan edited by Armada Riyanto, Johanis Ohoitimur, C.B. Mulyanto, and Otto Gusti Madung,. Kanisius.
Riyanto, A. (2020). Metodologi. Kanisius.
Riyanto, F. E. A. (2018). Relasionalitas Filsafat Fondasi Interpretasi Aku,Teks, Liyan, Fenomen.
Sastra, Y. (2024, March). Deforestasi Turut Picu Banjir dan Longsor di Sumbar. Kompas. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2024/03/15/deforestasi-turut-picu-banjir-dan-longsor-di-sumbar?open_from=Search_Result_Page
Warwer, F., Malatuny, Y. G., & Layan, S. (2024). Kehilangan Hutan, Kehilangan Masa Depan: Krisis Ekologi Dalam Pendekatan Biblis. DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 7(1), 55–70. https://doi.org/10.53547/diegesis.v7i1.446
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Patrisius Epin Du, Ferdinandus Panggung

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.














