Moderasi Beragama di Indonesia dalam Perspektif Persekutuan Allah Tritunggal Menurut Leonardo Boff
DOI:
https://doi.org/10.69621/jpf.v17i2.164Kata Kunci:
:Moderasi Beragama; Persekutuan Allah Tritunggal; perikhoresis; Leonardo Boff; Indonesia.Abstrak
Studi ini membahas moderasi beragama di Indonesia dalam perspektif Persekutuan Allah Tritunggal menurut Leonardo Boff. Kontribusi dari studi ini adalah sumbangan nilai-nilai persekutuan Allah Tritunggal menurut Leonardo Boff bagi moderasi beragama di Indonesia yang plural. Studi ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode literature review tentang moderasi beragama dan buku-buku Leonardo Boff. Studi ini menemukan bahwa persekutuan Allah Tritunggal menurut Boff dapat menjadi model atau inspirasi moderasi beragama di Indonesia saat ini. Boff menjelaskan Persekutuan Allah Tritunggal dengan terminologi perikhoresis yang melukiskan makna berdiam bersama, berada bersama dan saling resap antara Pribadi-pribadi Ilahi Allah Tritunggal. Persekutuan perikhoresis dapat diaplikasikan kepada nilai-nilai moderasi beragama yang mencerminkan hubungan persaudaraan, mengajarkan setiap orang untuk menghormati perbedaan sesamanya, mengindahkan sikap saling berbagi rasa, keadilan bagi kaum minoritas maupun mayoritas, serta menjunjung sikap bertoleransi. Persekutuan ini juga mengundang orang lain untuk bersatu dengan-Nya, yang relevan dengan semboyan Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika.
Unduhan
Referensi
Abidin, Achmad Zainal (2021), "Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Permendikbud No. 37 Tahun 2018". Jurnal Inovasi dan Riset akademik, Vol. 2, No. 5, https://doi.org/10.47387/jira.v2i5.135.
https://doi.org/10.47387/jira.v2i5.135
Bala, Kristoforus(2020), "Allah Tritunggal: Allah Yang Bersahabat." Seri Filsafat Teologi Vol. 30 No. 29, https://doi.org/10.35312/serifilsafat.v30i29.27.
https://doi.org/10.35312/serifilsafat.v30i29.27
Boff, Leonardo (1988), Holy Trinity, Perfect Community. Diterjemahkan oleh Philip Berryman, Maryknoll: Orbis Books.
Boff, Leonardo (2004), Allah Persekutuan: Ajaran tentang Allah Tritunggal. Diterjemahkan oleh Georg Kirchberger dan Aleksius Armanjaya, Maumere: Penerbit Ledalero.
D. Fadjar Tedjo Soekarno (2022), "Penguatan Moderasi Beragama", dalam Tim Komisi Hak KWI, Moderasi Beragama Perspektif Katolik, Jakarta: Obor.
Damayanti, Sri Nararia Anggita (2021), "Kemajemukan Indonesia," dalam Kompasiana, https://www.kompasiana.com/anggitadamayanti/584910 bdb79373bb11d634d/kemajemukanindonesia, diakses pada 17 Maret 2021.
Dister, Nico Syukur (2015), Teologi Trinitas dalam Konteks Mistagogi, Yogyakarta: Kanisius.
Eugenius Ervan Sardono, dkk. (2021), "Relevansi Konsep Persekutuan Perikhoresis Allah Tritunggal menurut Leonardo Boff bagi Kehidupan Sosial-Politik ", Vol 10. No 2, https://doi.org/10.24071/jt.v10i2.3999.
https://doi.org/10.24071/jt.v10i2.3999
Gultom, Oskar (2022),"Moderasi Beragama: Cara Pandang Moderat Mengamalkan Ajaran Agama di Indonesia dalam Perspektif Fenomenologi Agama," Perspektif, 17(1), 35-49, https://adityawacana.id/ojs/ index.php/jpf/article/view/149.
https://doi.org/10.69621/jpf.v17i1.149
Jalil, Abdul (2021), "Aksi Kekerasan Atas Nama Agama: Telaah terhadap Fundamentalisme, Radikalisme, dan Ekstremisme". Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Vol. 9, No. 2, https://doi.org/ 10.24042/klm.v8i2.221.
https://doi.org/10.36052/andragogi.v9i2.251
Kurnia, Yuangga Y (2017), "Fenomena Kekerasan Bermotif Agama di Indonesia". Kalimah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Vol. 15, No. 2, http://dx.doi.org/10.21111/klm.v15i2.1494.
https://doi.org/10.21111/klm.v15i2.1494
Mirsel, Robert (2022), "Kebebasan Beragama di Indonesia dalam Perspektif Hak Asasi Manusia". Jurnal Ledalero, Vol. 21, No. 1, http://dx.doi.org/ 10.31385/jl.v21i1.269.51-69.
https://doi.org/10.31385/jl.v21i1.269.51-69
Momas, Yohanes M. (2022), "Trinitas: Model dan Landasan Moderasi Beragama", dalam Tim Komisi Hak KWI, Moderasi Beragama Perspektif Katolik, Jakarta: Obor.
Pasi, Gregorius (2020), "Relasionalitas 'Aku' Dan 'Engkau' Dalam Masyarakat Indonesia Yang Majemuk Sebagai Gambaran Dari Relasionalitas Trinitas." Studia Philosophica et Theologica 20 (2):103-26, https://doi.org/ 10.35312/spet.v20i2.189.
https://doi.org/10.35312/spet.v20i2.189
Pertiwi, Amalia Dwi & Dinie Anggraeni Dewi (2021) "Implementasi Nilai Pancasila Sebagai Landasan Bhinneka Tunggal Ika", Vol. 5, No.1, https:/ /doi.org/10.31316/jk.v5i1.1450.
https://doi.org/10.31316/jk.v5i1.1450
Rizki Avuan, Dkk. (2020), "Pengaruh Efektivitas Pembelajaran Bhineka Tunggal Ika Terhadap Angka Rasisme Dan Diskriminasi Di Indonesia 2019", Jurnal Penelitian Agama, Vol 6. No. 1.
Sansom, Dennis L. (2020), "The Perichoresis of The Trinity Overcoming The Moral Gap anda The Theological Foundations of Christian Ethics", Philosophy & Theology, 32:1&2, https://doi.org/10.5840/philtheol20217 14138.
https://doi.org/10.5840/philtheol2021714138
Slobodan Stamatoviæ (2016), "The Meaning of Perichoresis", Open Theology Vol. 2, No. 1, https://doi.org/10.1515/opth-2016-0026.
https://doi.org/10.1515/opth-2016-0026
Sulistyo, Agus (2022), "Moderasi Beragam itu Merayakan Perbedaan", dalam Tim Komisi Hak KWI, Moderasi Beragama Perspektif Katolik, Jakarta: Obor.
Susanto, Mikail Endro (2022), "Moderasi Beragama", dalam Tim Komisi Hak KWI, Moderasi Beragama Perspektif Katolik, Jakarta: Obor.
Tapingku, Joni (2021),"OPINI: Moderasi Beragama sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa" dalam https://www.iainpare.ac.id/moderasiberagama-sebagai-perekat/. Diakses pada 27Oktober 2022.
Thompson, Thomas Robert (1996), Imitatio Trinitatis: The Trinity as social model in the theologies of Jürgen Moltmann and Leonardo Boff. Diss. Princeton Theological Seminary.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.















