Makan Roti Buatan Tangan Sendiri

Gereja Indonesia yang Misioner dan Dialogal

Autor/innen

  • Agustinus Hartiman Mendoza

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v10i1.3

Schlagworte:

kemandirian Gereja lokal, misi dialogal, pluralitas masyarakat Indonesia, roti buatan tangan sendiri

Abstract

Gereja Katolik Indonesia telah lama berjuang untuk menjadi Gereja yang mandiri. Selama berabad-abad dia telah menjadi bagian dari misi Kristen. Tiba saatnya Paus, Paus Yohanes XXIII mendeklarasikan dan mendirikan Hirarki Gereja Katolik Indonesia pada tahun 1961. Sejak saat itu, umat Katolik Indonesia (para rohaniwan dan awam) bergotong royong untuk menjadi diri sendiri. kecukupan. Dalam arti tertentu, Gereja telah mencapai tujuan, khususnya dalam mengungkapkan jati dirinya, yaitu menjadi komunitas misionaris. Artikel tersebut berpendapat bahwa cara yang tepat untuk melakukan misi dalam konteks Indonesia adalah menjadi dan hidup bersama untuk kebaikan bersama masyarakat multikultural. Oleh karena itu, dua kualitas Gereja di negeri ini, yaitu misioner dan dialogis, terutama dicirikan oleh Gereja Indonesia yang mandiri.

Downloads

Keine Nutzungsdaten vorhanden.

Literaturhinweise

Bimas Katolik ed. (1998), Hierarki Gereja Katolik di Indonesia, Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Departemen Agama RI.

Dokumen Konsili Vatikan II (1993), Dokpen KWI, Jakarta: Penerbit Obor Kirchberger, Georg R (2007), Allah Menggugat Sebuah Dogmatik Kristiani, Maumere: Ledalero.

Magnis-Suseno, Franz (1992), Filsafat Kebudayaan Politik Butir-butir Pemikiran Kritis, Jakarta: Gramedia.

Majalah Mingguan Hidup Katolik No. 22, thn 65,29/05/2011.

Matahari Terbit di Tanah Batak, Buku kenangan 75 tahun Gereja Katolik di Tanah Batak, 2009.

Mercado, Leonardo N. (2003), “Dari Orang Kafir Menjadi Mitra dalam Dia log”, dalam Georg Kirchberger dan John Mansford Prior (eds.), Mendengar dan Pewartaan, Seri Verbum SVD, Ende: Nusa Indah.

Pareira, Berthold Anton (2010), “Internet Sebagai Alat Komunikasi dan Kemanusiaan Komunikasi Langsung”, dalam Robertus Wijanarko dan Adi Saptowidodo (eds.), Iman dan Pewartaan di Era Multimedia, Malang: Widya Sasana Malang.

Riyanto, F.X. (2009), Kearifan Budaya dalam Kata, Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Storey, John (2001), Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop, Yogyakarta: Jalasutra.

Sudhiarsa, Raymundus (2009), Evangelisasi Berlanjut: Meneruskan Wasiat Sang Guru, Yogyakarta: Kanisius.

Woga, Edmund (2002), Dasar-dasar Misiologi, Yogyakara: Kanisius.

Yohanes Paulus II (1992), Redemptoris Missio (terj. Marcel Beding), Ende: Nusa Indah.

http://id.answers.yahoo.com/questions/index?qid=20110105023435AarN1Tk, diakses, Minggu, 29/5/11

Veröffentlicht

2015-06-01

Zitationsvorschlag

Hartiman, A. . (2015). Makan Roti Buatan Tangan Sendiri: Gereja Indonesia yang Misioner dan Dialogal. Perspektif, 10(1), 37–49. https://doi.org/10.69621/jpf.v10i1.3

Ausgabe

Rubrik

Articles

Kategorien