Menyibak Kebijaksanaan Amsal 2:1-22 dalam Semboyan Masyarakat Dayak: “Adil Ka'talino, Bacuramin Ka'saruga, Basengat Ka'jubata”

Autor/innen

  • Jakarias Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Indonesia
  • Gregorius Tri Wardoyo Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Indonesia
  • Antonius Denny Firmanto Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v20i2.292

Schlagworte:

Kebijaksanaan Lokal, Semboyan Dayak, Amsal 2:1-22, Kesadaran Moral

Abstract

Tulisan ini berfokus pada semboyan Dayak yang kini tengah menyeruak ke permukaan. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara tradisi budaya, kitab suci, dan prinsip moral yang berkembang di kalangan masyarakat Dayak. Kebaharuan penelitian ini ialah menawarkan cara membaca intertekstual yakni bagaimana umat Katolik membaca teks suci dengan menghidupinya dalam khazanah budaya mereka dalam hidup bermasyarakat yang begitu lekat dengan tradisi leluhur hidup dalam keharmonisan antar suku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan. Analisis dilakukan untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya lokal diintegrasikan dengan ajaran agama dalam konteks kehidupan sehari-hari. Temuan hasil kajian membuktikan bahwa masyarakat Dayak mampu mengubah tradisi kekerasan dan perdukunan menjadi semboyan persatuan (Adil ka' Talino), yang mencerminkan kebaikan dan keadilan universal dan meninggalkan hal-hal jahat yang merugikan sesama manusia. Dengan demikian hidup harus menjadi rukun dan damai (Ba' curamin ka' Saruga). Nilai Ba'sengat ka' Jubata mencerminkan kesadaran spiritual yang lebih tinggi, di mana masyarakat bergantung sepenuhnya kepada Tuhan yang mereka sebut (Jubata), sebab hidup ini bernafas dari kuasa-Nya. Semboyan ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas budaya tetapi juga sebagai alat untuk membangun harmoni sosial di tengah keragaman yang ada di Kalimantan.

Downloads

Keine Nutzungsdaten vorhanden.

Literaturhinweise

Advent, N. (2023). Prefectures Apostolic of Borneo. https://www.newadvent.org/cathen/02687a.htm

Bahri, S., & Lestari, E. T. (2022). Naik Dango Tradition in Supporting Social Integration of Ethnic Dayak Community Kanayatn Binua Sunge Samak Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Komunitas, 14(1), 53–65. https://doi.org/10.15294/komunitas.v14i1.30934

Banawiratma, J. B. (1986). Membaca Kitab Suci. Kanisius.

Bramantya, W. (2015). Konformitas dan Identitas Sosial Pemuda Dayak Kenyah Yang Bertato di Samarinda. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(1). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v3i1.3751

DAYAK NGAJU DI KASONGAN LAMA KECAMATAN KATINGAN HILIR KABUPATEN KATINGAN PROPOSAL SKRIPSI OLEH : UNSU SULASTRI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL. (2024).

Firmansyah, A., Mirzachaerulsyah, E., & Yovanka T.A., I. (2021). Sejarah Dan Prosesi Tradisi Adat Balala’ Suku Dayak Kanayatn. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial Dan Budaya, 10(3), 386–399. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v10i3.1151

Ibda, F. (2023). Perkembangan Moral Dalam Pandangan Lawrence Kohlberg. Intelektualita, 12(1), 62–77. https://doi.org/10.22373/ji.v12i1.19256

Katarina, K., & Diana, R. (2020). Semboyan Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata Sebagai Akses Relasi Sosial Keagamaan. Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi, 1(1), 23–36. https://doi.org/10.54553/kharisma.v1i1.4

Mardawani, Suparno, S. S. (2022). Kearifan Lokal Berladang Dalam Perspektif Filosofi Hidup Dan Pemenuhan Kebutuhan Suku Dayak Di Sintang. Journal Pekan, 7(2), 168–185.

Nyaming, F. G. (2024). Memandang Eksistensi Pasukan Merah Dayak dalam Terang Iman Katolik Tukung-Kelam . Dengan ditetapkan sebagai Tahun Iman harapannya ialah agar iman umat Allah Keuskupan Sintang akan Yesus Kristus yang adalah Jalan , Kebenaran dan Hidup , semakin mendalam da. 19(1), 17–47.

Pareira, B. A. (2011). JALAN KE HIDUP YANG BIJAK Amsal 1-9. Dioma.

Piter, R., Building, C., Bina, U., & History, A. (2024). The Wisdom of Dayak Relationality : Adil Ka ’ Talino , Bacuramin Ka ’ S aruga , Basengat Ka ’ Jubata. 2(3), 206–217.

Prasetyo, L., Kristianus, K., & Magdalena, M. (2023). Kanayatn Dayak Beliefs about Jubata in the Perspective of the Divine Philosophy. International Journal of Multi Discipline Science (IJ-MDS), 6(1), 79. https://doi.org/10.26737/ij-mds.v6i1.4199

Purba, R. T. (2022). Perkembangan Moral Menurut Kohlberg Dan Implementasinya Dalam Perspektif Kristen Terhadap Pendidikan Moral Anak Di Sekolah Dasar. Aletheia Christian Educators Journal, 3(1), 11–20. https://doi.org/10.9744/aletheia.3.1.11-20

Purwana, B. H. S., & Indonesia. Direktorat Jenderal Nilai Budaya, S. dan F. (2007). Identitas dan aktualisasi budaya Dayak Kanayatn di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat : kajian tentang folklor sub suku Dayak Kanayatn.

Randa, F. (2011). 2011-Randa,Triyuwono,Ludigdo,Sukoharsono_Akuntabilitas Spiritual.pdf.

Rico, R., Hayat, M. A., Khuzaini, K., Sanusi, S., & Susanto, D. (2022). Huma Betang’s philosophical values in the character of Dayak cultural communication. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 8(3), 640. https://doi.org/10.29210/020221510

Santrock, J. W. (2019). Children, Fourteenth Edition.

Saukko, P. (2011). Doing Research in Cultural Studies. Doing Research in Cultural Studies. https://doi.org/10.4135/9781849209021

Sugiarto, G. A. (2017). Identitas budaya lokal suku Dayak dalam adat perkawinan masyarakat Dayak Tunjung. Universitas Brawijaya. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/7970/1/GLORY ANDREINA SUGIARTO.pdf

T. S. Bhintuni. (n.d.). “Sejarah kata ‘Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’’ Saruga, Basengat-Ka’ Jubata,”.” Kaskus, Budaya. https://www.kaskus.co.id/post/5c466fe7b840882bd41d1440.

Valentinus. (2015). Trisila Hidup Orang Dayak: Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata. In Kearifan Lokal Pancasila: Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan (pp. 505–520). Kanisius.

Wardoyo, G. T. (2021). PERCIK-PERCIK PENGHARAPAN DI TENGAH KRISIS DALAM KITAB SUCI. Prosiding Seri Filsafat Teologi Widya Sasana, 31, NO. SE(Pengharapan di masa yang suram), 184–199.

Widen, K. (2023). Orang Dayak dan Kebudayaannya. Journal Ilmu Sosial, Politik Dan Pemerintahan, 12(2), 207–218. https://doi.org/10.37304/jispar.v12i2.9834

Widiatmaka, P., & Sari, P. A. (2023). Nilai-Nilai Dakwah Pada Salam Budaya Dayak Kalimantan Barat ( Adil Ka ’ Talino Bacuramin Ka ’ Saruga Basengat Ka ’ Jubata ) Da ’ Wah Values in the Greetings of the Dayak Culture , West Kalimantan ( Adil Ka ’ Talino. 14(1), 28–42.

Yusriadi, Y.-. (2019). Identitas Dayak Dan Melayu Di Kalimantan Barat. Handep: Jurnal Sejarah Dan Budaya, 1(2), 1–16. https://doi.org/10.33652/handep.v1i2.10

Veröffentlicht

2025-12-31

Zitationsvorschlag

Jakarias, Wardoyo, G. T., & Firmanto, A. D. (2025). Menyibak Kebijaksanaan Amsal 2:1-22 dalam Semboyan Masyarakat Dayak: “Adil Ka’talino, Bacuramin Ka’saruga, Basengat Ka’jubata”. Perspektif, 20(2). https://doi.org/10.69621/jpf.v20i2.292

Ausgabe

Rubrik

Articles

Kategorien

Ähnliche Artikel

Sie können auch eine erweiterte Ähnlichkeitssuche starten für diesen Artikel nutzen.