Membangun Sikap Unitas dalam Diversitas Di Pesantren Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Intoleransi (Studi Fenomenologis Terhadap Pondok Pesantren Darul Faqih Di Krajan Malang

Autor/innen

  • Sepustinus Esserey Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v18i2.206

Schlagworte:

Intolerance, Islamic Boarding Schools, Unity, Diversity

Abstract

Dalam paper ini penulis menaruh perhatian pada tema “Membangun Sikap Unitas dalam Diversitas di Pondok Pesantren Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Intoleransi”dengan perspektif fenomenologi-sosial Alfred Schutz. Penelitian ini memakai metode wawancara dengan tiga narasumber dari pondok pesantren “Darul Faqih” Malang. Dari hasil penelitian yang dikerjakan, penulis dapat berargumen bahwa “Membangun Sikap Unitas Dalam Diversitas di Pondok Pesantren ‘Darul Faqih’” memiliki hubungan dengan fenomenologi[1]sosial Alfred Schutz yang berkaitan dengan tiga dari enam karakter dasar The Life World. Pesantren tidak hanya tempat untuk memperdalam agama islam tetapi juga sebagai tempat untuk membangun sikap toleran. Menanamkan nilai kesadaran yang utuh (wide-awakened), terbuka terhadap realitas apa adanya (reality) serta membangun relasi dengan yang lain (intersubjectivity). Toleransi dibangun dengan memupuk rasa persaudaraan (ukhuwah) yang dijabarkan menjadi tiga: persaudaraan antar sesama muslim (ukhuwah islamiah), persaudaraan sebangsa dan setanah air (ukhuwah watoniah) dan yang terakhir adalah persaudaraan antar sesama manusia (ukhuwah basariah). Semua diwujudkan dalam pesantren melalui kesadaran dan relasi.                                    

Downloads

Keine Nutzungsdaten vorhanden.

Literaturhinweise

Burhanuddin, “Membangun Pola Komunikasi Dakwah Sebagai Alternatif Mencegah Sikap Intoleransi Beragama.” http://journal.uinjkt.ac.id/ index.php/dakwah/article/viewFile/11796/5882, diakses tanggal,04- 11-2019,pkl.18:03.WIB

Fokky Fuad, “Islam dan Pancasila Sebuah Dialektika.” http://www .academia. edu/download/44692935/346-824-1-SM 1.pdf diakses tanggal, 04- 11-2019,pkl.16:46.WIB

Gonggong, Anhar “Revitalisasi Nilai Kebhinnekaan Guna Mengikis Sikap Intoleransi dalam Kehidupan Masyarakat.” http://www.jurnalptik.id/ index.php/JIK/article/download/96/47.diakses tanggal,04-11- 2019,pk1.16:51.WIB

Riyanto, Armada (2010), Dialog Interreligius: Historisitas, Tesis, Pergumulan, Wajah. Yogyakarta: Kanisius.

Riyanto, Armada, Johanis Ohoitimur, C.B. Mulyatno, Otto Gusti Madung (eds.) (2015), Kearifan Lokal-Pancasila, Butir-Butir Flsafat Keindonesiaan, Yogyakarta: Kanisius. Riyanto, Armada (2018), Relasionalitas: Filsafat Fondasi Interpretasi, Aku, Teks, Fenomen. Yogyakarta: Kanisius.

Schutz, Alfred (1970), Phenomenology and Social Relations.Vol. 360. Uni versity of Chicago Press.

Narasumber Wawancara:

Ustadz Faris (Pendiri Pondok Pesantren)

Ustadz Ahzamil Fauqi (Pembina dan Pengajar)

Ustadzah Dina Puji L., S.Pd. (Pembina dan Pengajar)

Veröffentlicht

2023-12-21

Zitationsvorschlag

Esserey, S. . (2023). Membangun Sikap Unitas dalam Diversitas Di Pesantren Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Intoleransi (Studi Fenomenologis Terhadap Pondok Pesantren Darul Faqih Di Krajan Malang. Perspektif, 18(2), 201–209. https://doi.org/10.69621/jpf.v18i2.206

Ausgabe

Rubrik

Articles

Kategorien