Melacak Visi Hierofani di Balik Narasi Ngibau (Pemeliharaan Padi) Suku Dayak Peruan Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.69621/jpf.v16i1.18Parole chiave:
hierofani, ngibau, Dayak Peruan, dunia pertanian, lingkungan pelautAbstract
L'obiettivo di questo articolo è tracciare la visione della ierofania dietro la narrativa Ngibau (allevamento del riso) della tribù Dayak Peruan del Kalimantan occidentale. La narrazione dell'allevamento del riso della tribù Dayak Peruan, come molte altre narrazioni, è piena di significato. La rappresentazione della coltivazione del riso è come quella di un bambino che va oltreoceano navigando sul mare, affrontando le onde del maremoto, fino a quando non torna in patria portando con sé gli oggetti di valore che gli sono stati ordinati dai suoi genitori. Per aprirsi in pieno del suo significato, lo scrittore si serve della teoria di Mircea Eliade sulla ierofania delle realtà sacre.
Downloads
Riferimenti bibliografici
Balun, Bernard S. (2012), Komunitas Basis Gerejawi Paroki Gereja Yang Hidup. Yogyakarta: Lamalera.
Biaf, Arkianus (2016), Ritus Penghormatan Buaya Suku Atoni Dalam Terang Totemisme Emile Durkheim Dan Kritik Teologis Atasnya (Tesis), Malang: STFT Widya Sasana.
Cave, David (1993), Mircea Eliade’s Vision for Humanism. New York: Oxford University Press.
Eliade, Mircea (2002a), Mitos Gerak Kembali Ke Yang Abadi Kosmos dan Sejarah (terj. Cuk Ananta). Jakarta: Ikon Teralitera.
Eliade, Mircea (2002b), Sakral dan Profan (terj. Nurwanto). Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
Faimau, Gabriel (2008), “Tiadanya Tinta Merah dan Bermisi Dalam Dunia Yang Tunggang Langgang,” dalam Raymundus Sudhiarsa (ed.). Kearifan Sosial Lintas Budaya SVD Surya Wacana Merespon Misi Gereja. Yogyakarta: Lamalera.
Fransiskus, Yanuarius Berek (2016), Ritus Tmeup Lele Suku Atoni Dalam Terang Pemikiran Mircea Eliade dan Evaluasi Teologis Atasnya (Tesis). Malang: STFT Widya Sasana.
Hardiman, F Budi (2015), Seni Memahami Hermeneutik Dari Scleirmacher Sampai Derrida. Yogyakarta: Kanisius.
Kleden, Paulus Budi (2009), “Yesus Dari Nazaret Persoalan Historisitas,” dalam Paul Budi Kleden (ed.), Yesus Dari Nazaret Pelbagai Tanggapan. Maumere: Ledalero.
Kleden, Paulus Budi (2016), “Dari Tuhan Menuju Laut-Dari Tuhan Menuju Ladang” dalam Yohanes Antonius Lelaona, Dari Lautan Menuju Tuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Mangunwijaya, Y.B. (1996), Ragawidya Religiositas Hal-Hal Sehari-Hari. Yogyakarta: Kanisius.
Meko, Frieds (2012), Di Simpang Peristiwa Mencatat Peristiwa Menuai Hikmah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Pidyarto, H. (2011), “Beberapa Gagasan Kristiani Untuk Etika Lingkungan Hidup” dalam Benny Phang dan Valentinus (eds.), Minum Dari Sumber Sendiri Dari Alam Menuju Tuhan. Malang: STFT Widya Sasana.
Prihatanto, Kokoh (2007), Mimbar Altar Dan Pasar Sebuah Trilogi. Yogyakarta: Lamalera.
Sindhunata, Gabriel Possenti (2011), “Ultreya Ziarah Sampai Akhir Hidup,” dalam “UTUSAN” NO. 10 Tahun ke-61, Oktober.
Sudhiarsa, Raymundus (2011), “Lingkungan Alam, Lingkungan Sosial dan Pastoral Gereja,” dalam Benny Phang dan Valentinus (eds.), Minum Dari Sumber Sendiri Dari Alam Menuju Tuhan. Malang: STFT Widya Sasana.
Sudhiarsa, Raymundus (2015), “Prolog: Otentisitas Iman Dalam Misteri Salib,” dalam Agustinus Kraeng Ritan, Memoria Passionis Suatu Liturgi Kehidupan Refleksi Teologis Atas Kehidupan Devosional Umat Larantuka. Yogyakarta: Bajawa Press.
Susanto, P.S. Hary (1987), Mitos Menurut Pemikiran Mircea Eliade. Yogyakarta: Kanisius.
Wahono, Francis (2003), “Revolusi Hijau: Dari Perangkap Involusi Ke Perangkap Globalisasi,” dalam I. Wibowo dan Francis Wahono (eds.), Neoliberalisme. Yogyakarta: Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas.
Dowloads
Pubblicato
Licenza

Questo volume è pubblicato con la licenza Creative Commons Attribuzione - Non commerciale - Non opere derivate 4.0 Internazionale.













