Understanding the Adi Beren Tradition in Dayak Krio Culture as a Development of Character Education for Krio Youth
DOI:
https://doi.org/10.69621/jpf.v21i1.307Keywords:
Adi Beren tradition, character education, Dayak Krio, young peopleAbstract
The focus of this research is to understand the Adi Baren tradition as character education for Krio youth. Dayak Krio culture has various traditions that are rich in noble values, one of which is the Adi Beren tradition. The Dayak Krio tradition is a traditional ceremony that aims to strengthen social ties and instil moral values in the young generation of Dayak Krio in order to form young Krio people who have sensitivity to the needs of others and care for the environment. This paper aims to understand the meaning and significance of the Adi Beren tradition in the development of character education for Krio Dayak youth. The research method used is qualitative method from various sources such as scientific journals, books that can support this paper. The results showed that the Adi Beren tradition contains noble values such as solidarity, mutual cooperation, responsibility, and respect for nature. These values can be integrated in the development of character education for Krio Dayak youth, so as to strengthen cultural identity and prepare the next generation with noble character.
Downloads
References
Adawiah, Rabiatul. (2017). Pola asuh orang tua dan implikasinya terhadap pendidikan anak (Studi pada masyarakat Dayak di Kecamatan Halong Kabupaten Balangan). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7(1), 33-48.
Anwari, R.A.N. (2017). Dakwah dan eksistensi budaya di Tanah Dayak. Dalam H. Lubis, MA Hidayat, & K. Rosyadi (Eds.), Proceeding International Conference on Ethnicity and Globalization, Madura: Universitas Trunojoyo.
Arisandie, T. P. (2021). Potret Kekristenan Pada Suku Dayak Pesaguan Di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 3(1), 63-75.
Djuweng, Stepanus, et al., (2003). Tradisi Lisan Dayak. Pontianak: Institut Dayakologi
Driyarkara, Nicolaus. (2006). Karya Lengkap Driyarkara: Esai-Esai Filsafat Pemikir yang Terlibat Penuh dalam Perjuangan Bangsanya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,
Endi, Y., Ranubaya, F.A. & Watu, C., (2024). Pesaguan Dayak Kanjan Serayong Custom: The relationship between Catholic faith and culture. Millah: Journal of Religious Studies, 505-550.
Eliade, Mircea. (1959). The Sacred and the Profane: The Nature of Religion. Translated by Willard R. Trask. New York: Harcourt,
Faizah, D. A. (2024). Representasi Alam dan Lingkungan pada Cerita Jagapati Bumi sebagai Media Edukasi Ekologis bagi Remaja. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 433-450.
Hariyanti, Y. D., & Anggara, O. F. (2023). Tradisi Gawai sebagai Pendorong Kohesi Sosial bagi Masyarakat Suku Dayak Kalimantan Barat. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 9(4), 1135-1146.
Indrawardana, I., (2012). Kearifan lokal adat masyarakat Sunda dalam hubungan dengan lingkungan alam. Komunitas, 4(1), 1-8.
Januardi, A., Superman, S. & Syafrial, N., (2024). Integrasi nilai-nilai tradisi masyarakat Sambas dalam pembelajaran sejarah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 4(2), 794-805.
Merleau-Ponty, Maurice. (2002). Phenomenology of Perception. Translated by Colin Smith. London: Routledge,.
Putra, S.J., Aminulloh, A. & Dewi, S.I. (2015). Nilai budaya Dayak pada desain produk fleksibel merchandise. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP), 4(1), 133-138.
Parto, H. G. (2023). Hakikat sila persatuan dalam adat Babukuk’ng suku Dayak Krio (Tinjauan filosofis terhadap nilai sila persatuan dalam budaya). Jurnal Penelitian Humaniora, 28(2), 89-99.
Parto, G. Hilarion., Nadila, L & Sudhiarsa, Raymundus, I. (2024). “Implementasi Adat Jalatn Lome Jaih Dayak Krio Terhadap Budaya Dan Misi Gereja: Kajian Antropologis Cassirer,” Japb: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya, 5(2), 172-187.
Putra, Agustinus Tamtama. (2020). Budaya Dayak Krio Ketapang, Kalbar. Mitos Asal Usul, Kini, Masa Depan. Palangkaraya: Penerbit Lembaga Literasi Dayak,
Putra, A. T. (2025). “Balako Bahuma” Tradisi Perladangan Suku Dayak Krio sebagai Upaya Arif-Bijaksana Memelihara Alam Semesta: Sebuah Elaborasi Filosofis-Fenomenologis-Kultural dalam Terang Ensiklik Laudato Si’Artikel 144. In Veritate Lux: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, dan Budaya, 8(2), 163-178.
Ranubaya, Fransesco Agnes dan Utomo, F.X. Kurniawan Dwi Madyo. (2022). Eksistensi Kearifan Lokal Dalam Simbol-Simbol Suku Dayak Kalimantan Barat. Borneo Review, 1(2), 94–103.
Riyant, Paulus dan Melania, T. (2024). Konsep Manusia Menurut Suku Dayak Jalai Dalam Cahaya Filsafat Ernst Cassirer. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 11(2), 160–185.
Sanjaya, P. (2022). Peran generasi muda sebagai agent of change guna membangun kearifan budaya lokal dalam ajaran Tri Hita Karana. Jurnal Penelitian Agama Hindu.
Sahar, Santri. (2019). Kebudayaan Simbolik; Etnografi Religi Victor Turner. Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 4(2).
Tampani, K. & Jegaut, S. (2021). Tradisi Mudas dalam budaya Dayak di Meliau, Kalimantan Barat dari sudut pandang orang luar. Perspektif, 16(2), 113-125.
Wina, P., & Habsari, N. T. (2017). Peran perempuan Dayak kanayatn dalam tradisi upacara Naik Dango (studi di desa Padang pio kecamatan banyuke hulu kabupaten landak Kalimantan Barat). Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 7(01).
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Fransiskus Ajai, Pabianus Prayoga, Edmundo Harry Satria Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.















