Darah Sebagai Pengingat: Kajian Filosofis Tentang Kesadaran Genetik dan Relasi Leluhur di Budaya Timor

Autori

  • Bernabas Unab
  • Yogina Maria Saapan

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v21i1.324

Parole chiave:

Darah, Leluhur, Budaya Timor, Filsafat Relasional, Teologi Inkarnasional

Abstract

Artikel ini berangkat dari refleksi atas pemahaman budaya Timor yang melihat darah sebagai simbol hubungan dengan leluhur melalui ritus penghormatan arwah. Tujuan kajian ini adalah menafsirkan ulang makna darah bukan sekadar unsur biologis atau ritualistik, melainkan sebagai pengingat eksistensial yang menegaskan kesinambungan relasional antara manusia dan leluhur. Dengan menggunakan pendekatan filsafat relasional (Levinas, Marcel) serta teologi inkarnasional, analisis dilakukan melalui telaah literatur dan interpretasi simbolik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran akan darah menghadirkan dimensi etis baru; relasi dengan leluhur tidak bergantung pada ritus, tetapi pada kesadaran genetik yang menubuh dalam diri generasi penerus. Kesimpulannya, darah menjadi simbol kesadaran relasional yang mengatasi batas biologis dan spiritual, menegaskan tanggung jawab manusia untuk menghidupi nilai-nilai leluhur sebagai bentuk penghormatan yang sejati.

Downloads

La data di download non è ancora disponibile.

Riferimenti bibliografici

L.A.I. (2013). Alkitab Deuterokanonika (Edisi Revi). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.

Balthasar, H. U. von. (1982). The Glory of the Lord: A Theological Aesthetics, Vol. 1. San Francisco: Ignatius Press.

Boe, A. (2019). Kosmologi dan Relasi dalam Budaya Timor. Kupang: Ledalero.

Chardin, P. T. de. (1959). The Phenomenom of Man. (B. Wall, Ed.). New York: Harper & Row.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures: Selected Essays. New York: Basic Books.

Jonas, H. (1984). The Imperative of Responsibility: In Search of an Ethics for the Technological Age. Chicago: University of Chicago Press.

Levinas, E. (1969). Totality and Infinity: An Essay on Exteriority. (A. Lingis, Ed.). Pittsburgh: Duquesne University Press.

Levinas, E. (1985). Ethics and Infinity: Conversations with Philippe Nemo. (R. Cohen, Ed.). Pittsburgh: Duquesne University Press.

Marcel, G. (1960). The Mystery of Being. (G. S. Fraser, Ed.). Chicago: Henry Regnery.

Marcel, G. (1965). Being and Having. (K. Farrer, Ed.). New York: Harper & Row.

Merleau-Ponty, M. (2012). Phenomenology of Perception. (D. A. Landes, Ed.). London: Roudledge.

Neno, M. B. (2018). Makna Simbol Darah dalam Tradisi Timor: Kajian Antropologi Simbolik. Yogyakarta: Kanisius.

Nuban, M. L. (2020). Makna dan Fungsi Ritus dalam Tradisi Timor. Antropologi Nusantara, 12(1), 40–42.

Plato. (1977). Phaedo. (G. M. A. Grube, Ed.). Indianapolis: Hackett Publishing.

Ricoeur, P. (2004). Memory, History, Forgetting. (K. B. and D. Pellauer, Ed.). Chicago: University of Chicago Press.

Smith, A. (1984). Metaphysics. (J. B., ed. in T. C. W. of Aristotle) (2nd ed.). Princeton: Princeton University Press.

Taolin, A. L. (2019). Nahe Biti: Solidaritas dalam Struktur Sosial Timor. Jakarta: Obor.

Taolin, H. S. (2021). Leluhur sebagai Sumber Moral dalam Struktur Sosial Timor. Jurnal Sosiohumaniora, 9(2), 78–87.

Taylor, C. (1989). Sources of the Self: The Making of the Modern Identity. Cambridge: Harvard University Press.

Tillich, P. (1952). The Courage to Be. New Haven: Yale University Press.

Ratzinger, Joseph. (2004). Introduction to Christianity. San Francisco: Ignatius Press.

Pubblicato

2026-06-01

Fascicolo

Sezione

Articoli

Categorie

Come citare

Darah Sebagai Pengingat: Kajian Filosofis Tentang Kesadaran Genetik dan Relasi Leluhur di Budaya Timor. (2026). Perspektif, 21(1), 71-85. https://doi.org/10.69621/jpf.v21i1.324

Articoli simili

1-10 di 202

Puoi anche Iniziare una ricerca avanzata di similarità per questo articolo.