Budaya Manggarai sebagai Ruang Dialog Intereligius dalam Masyarakat Multireligius

Autori

  • Kristinus Sembiring Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Yulius Edward Indra Doris Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang https://orcid.org/0009-0004-3164-4367 ##orcid.unauthenticated##
  • Yohanes Alfrid Suardi Aris Universitas Kanjuruhan Malang
  • Elisabeth Serfiana Asti Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Panti Waluya, Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v21i1.316

Parole chiave:

budaya manggarai, dialog intereligius, kerukunan

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran budaya Manggarai sebagai wadah untuk memfasilitasi dialog intereligius di wilayah Manggarai. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana nilai-nilai budaya lokal di Manggarai dapat bertindak sebagai penghubung yang memungkinkan masyarakat beragama berinteraksi secara harmonis. Meskipun keragaman agama hadir dalam masyarakat Manggarai, artikel ini mencari pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana budaya lokal dapat menyatukan mereka melalui simbol-simbol, tradisi, dan praktik-praktik keagamaan yang bersama-sama membentuk landasan dialog. Hal ini penting karena minimnya penelitian yang secara khusus menyoroti peran budaya Manggarai dalam konteks dialog antar agama. Dengan memfokuskan pada gap ini, penelitian ini membuka pintu bagi pemahaman lebih dalam tentang kontribusi budaya lokal terhadap pembentukan dialog intereligius yang positif dan inklusif. Adapun metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif antropologis yang merinci praktik-praktik keagamaan dan nilai-nilai budaya yang memainkan peran kunci dalam menjembatani pemahaman antara kelompok beragama yang berbeda. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa budaya Manggarai memiliki peran yang signifikan dalam memfasilitasi dialog antar agama di Manggarai. Selain itu, adat istiadat Manggarai yang menghargai keberagaman juga menjadi faktor penting dalam membangun dialog antar agama yang harmonis. Hal ini memperkaya teori dialog antaragama dengan pendekatan contextual dan lived religion. Studi ini memperkuat gagasan bahwa ruang sosial-budaya dapat berfungsi sebagai “ruang bersama” yang melampaui batas identitas agama.

Downloads

La data di download non è ancora disponibile.

Riferimenti bibliografici

Adon, M. J. (2021). Folkways Lonto Leok Budaya Manggarai dalam Terang Pemikiran William Sumner Tentang Masyarakat Sebagai Kerjasama Antagonistic. Humaniora and Social Sciences, 4(1), 411–421. https://doi.org/10.34007/jehss.v4i1.671

Ammerman, N. T. (2016). Lived religion as an emerging field: An assessment of its contours and frontiers. Nordic Journal of Religion and Society, 29(2), 83–99. https://doi.org/10.18261/ ISSN.1890-7008-2016-02-01;WGROUP:STRING:PUBLICATION

Dahurandi, K., & Nase, V. (2023). Analisis Integrasi Nilai Pancasila dalam Budaya Manggarai. Jurnal Alternatif Wacana Ilmiah Interkultural, 11(2), 72–84. https://doi.org/10.60130/ja.v11i2.112

Deki, K. T. (2011). Tradisi Lisan Orang Manggarai, Membidik Persaudaraan dalam Bingkai Sastra. Parhessia Institute.

Donatus, S. K. (2023). Hubungan Antara Agama dan Negara di NKRI Dalam Sorotan Filsafat Politik. Prosiding Seri Filsafat Teologi, 33(32), 40–62. https://doi.org/10.35312/serifilsafat.v33i32.197

Doris, Y. E. I., & Hutagalung, A. M. B. (2024). Persaudaraan Orang Manggarai yang Terkikis. Perspektif, 19(1), 115–127. https://doi.org/10.69621/jpf.v19i1.217

Fajar, H., Nero, A., & Riyanto, F. X. A. (2023). Pengaruh Dialog Interreligius dalam Mencegah Konflik Sosial Antarumat Beragama di Karang Besuki Malang. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(1), 51–59. https://doi.org/10.23887/JFI.V6I1.46927

Gara, U., Kasiwali, Y. C., Pantas, A. A., Parera, F. S., Janggo, A. D., Taur, A., & Dori, P. (2023). Menumbuhkan Kesadaran dan Kompetensi Interkultural dalam Kelompok Masyarakat yang Beragam di Kabupaten Sikka Melalui Proyek Interkultural. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(1), 107–118.

Hadia, H. (2022). Ranggong: Konsep Moderasi Beragama dalam Perspektif Budaya Manggarai -Keuskupan Rutang. In A. D. Firmanto (Ed.), Moderasi Beragama Perspektif Katolik (hlm. 175–179). Obor.

Herianto, H. (2021). Relasi Aku dan Liyan dalam Budaya Lejong Masyarakat Manggarai. Focus, 2(1), 28–37. https://doi.org/https://doi.org/10.26593/focus.v2i1.4420.28-37

Jagom, B., & Juhani, S. (2023). Korelasi Peribahasa Neka Behas Neho Kena, Neka Koas Neho Kota Pada Masyarakat Manggarai Dengan Sila Ketiga Pancasila. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 11(1), 70–80. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v11i1.9224

Janggur, P. (2010). Butir-Butir Budaya Manggarai Jilid 1. Yayasan Siri Bongkok.

Japa, H. B. (2023). Praksis Budaya Lonto Leok Sebagai Wujud Pemersatu Orang Manggarai. Jurnal Budaya Nusantara, 6(1), 195–204. https://doi.org/10.36456/b.nusantara.vol6.no1.a6796

Jie, M. B. (2023). Model Antropologis Menurut Stephen B. Bevans dan Relevansinya Bagi Mahasiswa Perantauan Di Kota Malang. Perspektif, 18(2), 127–137. https://doi.org/10.69621/JPF.V18I2.199

Kirana, Z. C. (2020). Pendidikan Interreligius Berbasis Pancasila Sebagai Acuan Melawan Stigma Menguatnya Radikalisme. MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan, 9(1), 150–169. https://doi.org/10.29062/mmt.v9i1.82

Kristiawan, D. (2020). Merengkuh Yang Lain: Dialog Interreligius Dan Transformasi Diri Terhadap Yang Lain. Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(1), 58–76. https://doi.org/10.46974/ms.v1i1.4

Lon, Y. S. (2019). The Legality of Marriage According to Customary, Religion and State Laws: Impacts on Married Couples and Children in Manggarai. Jurnal Dinamika Hukum, 19(2), 302. https://doi.org/10.20884/1.JDH.2019.19.2.2429

Lon, Y. S., & Widyawati, F. (2019). Food and local social harmony: Pork, communal dining, and muslim-Christian relations in Flores, Indonesia. Studia Islamika, 26(3), 445–474. https://doi.org/10.36712/sdi.v26i3.9917

Manca, S. (2022). Gagasan Moderasi Beragama Dalam Budaya Manggarai. Jurnal Alternatif Wacana Ilmiah Interkultural, 11(2). https://doi.org/10.60130/JA.V11I2.108

Mujianto, A., & Saputro, A. Y. (2021). Tugas Suci Umat Katolik dalam Dialog dengan Agama-agama Lain Di Indonesia Ditinjau dari Dokumen Abu Dhabi Artikel 23-24. Studia Philosophica et Theologica, 21(2), 174–194. https://doi.org/10.35312/spet.v21i2.356

Pasi, G. (2017). Relevansi Doktrin Trinitas bagi Kehidupan Bermasyarakat. In A. T. Raharso, P. Y. Olla, & Yustinus (Ed.), Mengabdi Tuhan dan Mencintai Liyan: Penghayatan Agama di Ruang Publik yang Plural (Vol. 27, Nomor 26, hlm. 252–271). STFT Widya Sasana. https://eprosiding.stftws.ac.id/index.php/ serifilsafat/article/view/76

Prasetyono, E. (2022). Menggagas Fusi Horison Dalam Hermeneutika Hans Georg Gadamer Sebagai Model Saling Memahami Bagi Dialog Antarbudaya Dengan Relevansi Pada Pancasila Sebagai Landasan Dialogis Filosofis. Studia Philosophica et Theologica, 22(1), 63–95. https://doi.org/10.35312/SPET.V22I1.431

Riyanto, F. X. A. (2010). Dialog Intereligius: Historisitas, Tesis, Pergumulan, Wajah. Kanisius.

Sarbini, P. B. (2022). Benturan-benturan Misi Gereja Katolik. Prosiding Seri Filsafat Teologi, 32(31), 137–148. https://doi.org/10.35312/serifilsafat.v32i31.175

Sudhiarsa, R. I. M. (2022). Nama, Makna, dan Pesan: Perayaan 400 tahun Propaganda Fide dan misi Gereja di tanah air. Prosiding Seri Filsafat Teologi, 32(31), 1–15. https://doi.org/10.35312/SERIFILSAFAT.V32I31.179

Sudhiarsa, R. I. M. (2023). Gereja: Peran Budaya dalam Masyarakat Majemuk. Prosiding Seri Filsafat Teologi, 33(32), 69–81. https://doi.org/10.35312/serifilsafat.v33i32.195

Suhardi, U. (2020). Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan. Jayapangus Press Books, XV(1), 29–45. http://book.penerbit.org/index.php/JPB/article/download/524/518

Tearney-Pearce, J., & Vandeburie, J. (2022). Sharing Sacred Space in the Medieval Mediterranean: Introduction. Al-Masāq, 34(2), 103–110. https://doi.org/10.1080/09503110.2022.2094584

Tinambunan, E. R. L. (2022). Persaudaraan dan Persahabatan Sosial Ensiklik Paus Fransiskus: Kontribusi Dialog Antar Agama Indonesia. Studia Philosophica et Theologica, 22(2), 279–302. https://doi.org/10.35312/SPET.V22I2.462

Toda, D. N. (1999). Manggarai Mencari Pencerahan Historiografis. Nusa Indah.

Widyawati, F. (2021). Sekolah dan Pendidikan Agama Katolik dalam Masyarakat Plural: Membangun Dialog dan Menangkal Radikalisme. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 13(2), 129–141. https://doi.org/10.36928/jpkm.v13i2.794

Pubblicato

2026-06-01

Fascicolo

Sezione

Articoli

Categorie

Come citare

Budaya Manggarai sebagai Ruang Dialog Intereligius dalam Masyarakat Multireligius. (2026). Perspektif, 21(1), 31-47. https://doi.org/10.69621/jpf.v21i1.316

Articoli simili

1-10 di 129

Puoi anche Iniziare una ricerca avanzata di similarità per questo articolo.

Altri articoli dello/a stesso/a autore/rice