Kasih sebagai Pengalaman akan Allah dalam Diri Santo Titus Brandsma

Autores

  • Ignasius Liberto Sando Kota Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v20i2.306

Palavras-chave:

Kasih, Mistik, Kontemplasi, Titus Brandsma, Spiritualitas

Resumo

Penelitian ini membahas kasih sebagai pengalaman transendental akan Allah dalam diri Santo Titus Brandsma, yang selama ini sering direduksi menjadi sekadar ekspresi moral atau sentimental. Berangkat dari kegelisahan atas pemahaman kasih yang cenderung sosial-sekuler, kajian ini mengangkat kembali dimensi mistik kasih yang bersifat kontemplatif dan aktif. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana kasih dihayati sebagai jalan perjumpaan pribadi dengan Allah dan bagaimana hal tersebut terwujud dalam kehidupan Titus Brandsma, terutama dalam konteks penderitaan dan perjuangannya melawan ideologi totalitarian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan teologi spiritual dan fenomenologi pengalaman religius, melalui studi pustaka terhadap tulisan-tulisan Titus, dokumen Gereja, dan literatur spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Titus Brandsma memaknai kasih sebagai integrasi antara kontemplasi dan aksi nyata: kasih yang membentuk relasi personal dengan Allah sekaligus mendorong keterlibatan dalam penderitaan dan keadilan sosial. Kasih bukan hanya sebagai kebajikan, melainkan kekuatan rohani yang mengakar pada pengalaman iman yang mendalam. Kesimpulannya, kasih menurut Titus Brandsma adalah bentuk spiritualitas mistik-kontemplatif yang tetap relevan bagi Gereja dan dunia masa kini, sebagai respons atas kekerasan, kebencian, dan kekeringan rohani dalam masyarakat modern.

Downloads

Os dados de download ainda não estão disponíveis.

Referências

Alva, R. (2017). The Catholic Church’s perspective of human dignity as the basis of dialogue with the secular world. STJ | Stellenbosch Theological Journal, 3(2). https://doi.org/10.17570/stj.2017.v3n2.a10

Angela, S., Sukamto, A., & Mulyanti, T. (2021). Yesus Antara Zelot dan Eseni: Konstruksi Teologi Transformatif dalam Konteks Indonesia. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(1). https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i1.180

AP. Budiyono HD. (1983). Membina Kerukunan Hidup Antar Umat Beriman II. Kanisius.

Bergant, D., & Karris, R. J. (2002). Tafsir Alkitab Perjanjian Baru (D. Bergant & R. J. Karris, Eds.). Kanisius.

Cornelius, I. S. (2014). Peran Budaya Dalam Kehidupan Beragama Kajian Atas Kehidupan Beragama Umat Katolik Sunda Di Cigugur. Jurnal Teologi, 3(2). https://doi.org/10.24071/jt.v3i2.464

Currie, L. (2022). Healing Memory: A Bonaventurian Response to Pope Francis’ Fratelli Tutti. Religions, 13(9). https://doi.org/10.3390/rel13090819

Daenuwy, T. A., & Tanureja, I. (2023). Pembahasan Injil Harian dalam Komunitas Virtual Awam. Media: Jurnal Filsafat Dan Teologi, 4(2). https://doi.org/10.53396/media.v4i2.166

Faggioli, M. (2016). Reading the Signs of the Times through a Hermeneutics of Recognition: Gaudium et Spes and Its Meaning for a Learning Church. In Horizons (Vol. 43, Issue 2). https://doi.org/10.1017/hor.2016.109

Fahrenhoiz, G. M. (2005). Rekonsiliasi, Upaya Memecahkan Spiral Kekerasan dalam Masyarakat. Penerbit Ledalero.

Harun, M. (2002). Memberitakan Injil Kerajaan Allah, Ulasan Injil Hari Minggu Tahun A Masa Biasa. Kanisius.

Kesberg, R., & Keller, J. (2018). The relation between human values and perceived situation characteristics in everyday life. Frontiers in Psychology, 9(SEP). https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.01676

Laike, R. A. (2022). Model-Model Kehidupan Menggereja dalam Terang Ensiklik Fratelli Tutti. MELINTAS, 37(1). https://doi.org/10.26593/mel.v37i1.6286

Laksito, P. C. E. (2020). Menemukan Kembali Makna Tobat Kristiani Dari Tata Perayaan Tobat. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 20(1). https://doi.org/10.34150/jpak.v20i1.253

Lalopua, Y. P., & Iwamony, R. (2019). Teologi Pela: Studi Teologi Kontekstual di Negeri Abubu dan Negeri Tengah-Tengah. ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Studi Agama, 1(1). https://doi.org/10.37429/arumbae.v1i1.183

Leon-Dufour, X. (1990). Ensiklopedi Perjanjian Baru. Kanisius.

Lina, P., & Ule, S. (2024). Kekuatan Jahat dalam Perspektif Teologi Paulus. Dunamis : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 9(1), 326–343. https://doi.org/10.30648/dun.v9i1.1366

Martasudjita, E. (2021). Teologi Inkulturasi - Perayaan Injil Yesus Kristus di Bumi Indonesia. Kanisius.

Martasudjita, E. P. D. (2019). Iuxta dominicam viventes: the meaning of Sunday Mass for Christians in Indonesia. International Journal for the Study of the Christian Church, 19(4). https://doi.org/10.1080/1474225X.2019.1627501

Martasudjita, E. P. D. (2022). Inkulturasi Dan Tata Perayaan Ekaristi 2020 Gambaran Berinkulturasi dalam Konteks Indonesia. Studia Philosophica et Theologica, 22(2). https://doi.org/10.35312/spet.v22i2.441

Palavra, Z. (2021). Brotherhood in Humanity and Global Mental Health - Christian Aspect. Psychiatria Danubina, 33.

Platovnjak, I., & Türkan, A. (2023). The Possibility of Building Brotherhood between Christians and Muslims. Science, Art and Religion, 1(2–4). https://doi.org/10.5005/jp-journals-11005-0035

Putra, A. M. (2018). Koreksi Persaudaraan: Tantangan dalam Mengembangkan Hidup Bersama. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.33550/sd.v4i2.72

Samosir, L., & Haq, M. Z. (2022). Fratelli Tutti: Brotherhood Without Boundaries. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 2(2). https://doi.org/10.15575/jis.v2i2.17936

Schraldi, G. R., & Kerr, M. H. (2002). The Anger Management Sourcebook (G. R. Schraldi & M. H. Kerr, Eds.). McGrow-hill.

Stelzer, E. E. (2019). Lear, Luke 17, and looking for the kingdom within. Religions, 10(8). https://doi.org/10.3390/rel10080456

Suhardi, A. S. (Ed.). (1994). Kedamaian Keluarga (Beberapa Amanat Sri Paus Yohanes Paulus II). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Suharso, & Retnoningsih, A. (2011). Kamus Besar Bahasa Indonesia. CV.Widya Karya.

Timang, P. (2010). Memahami Makna Bacaan Hari Minggu Tahun A. Yayasan Pustaka Utama.

Xiong, W., & Li, X. (2021). ‘We Are Children of God’: An Ethnography of a Catholic Community in Rural China in the COVID-19 Pandemic. Religions, 12(6). https://doi.org/10.3390/rel12060448

Yohanes Paulus II. (2016). DAtawolo, A. B. (2022). Allah Trinitas: Misteri Persekutuan Kasih. Driyarkara School of Philosophy Repository. http://repo.driyarkara.ac.id/748/

Bos, J. M. (2022). Titus Brandsma: Witness of God. Acta Theologica, 42, 174–189. https://www.scielo.org.za/scielo.php?pid=S1015-87582022000100013

Crijnen, T. (2008). Titus Brandsma. De man achter de mythe. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/37273715/Recensie_Ton_Crijnen_-_Titus_Brandsma-libre.pdf

Firmanto, A. D. (2023). Iman akan Allah Bapa dalam Pengalaman Hidup Rohani Frater di Seminari Tinggi Giovanni Malang. In ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/369799134

Hense, E. H. (2019). The Nijmegen Titus Brandsma Edition. https://repository.ubn.ru.nl/bitstream/handle/2066/216155/216155.pdf

Kadir, A. (2015). Apresiasi Keimanan kepada Tuhan melalui Pengalaman Spiritual. In ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/285746391

Kirchberger, G. (2003). ALLAH Pengalaman dan Refleksi Dalam Tradisi Kristen. Penerbit Ledalero. http://repository.iftkledalero.ac.id/472/1/Allah Pengalaman dan Refleksi pembukaan%281%29.pdf

Malau, D. (2020). Panggilan imam dalam reksa pastoral Gereja menurut dokumen-dokumen Gereja. Studia Philosophica et Theologica, 20(1), 14–31. https://www.ejournal.stftws.ac.id/index.php/spet/article/view/180

Miczyński, J. K. (2025). Shaping Love Through Contemplation According to St. Titus Brandsma OCarm (1881–1942). Verbum Vitae. https://czasopisma.kul.pl/index.php/vv/article/view/17856

Millán-Romeral, F. (2022). Three influences on the spiritual experience of Titus Brandsma in the Lager. Acta Theologica, 33(1), 157–173. https://www.ajol.info/index.php/actat/article/view/249979

Panjaitan, F. (2021). Penderitaan sebagai jalan mistik menuju kesatuan hidup bersama Kristus: Belajar dari perjalanan Paulus ke sorga (2 Korintus 12: 1-10). Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya, 5(2), 271–280. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Pengalaman+Mistis%3A+Kasih+sebagai+Perjumpaan+dengan+Allah+dalam+Penderitaan&btnG=

Pareira, B. A. (2017). Janganlah Kamu Melawan (Mat 5: 39). Seri Filsafat Teologi, 27(26), 189–203. https://eprosiding.stftws.ac.id/index.php/serifilsafat/article/view/71

REBAN, A. (2021). Kontemplasi dalam Aksi oleh Beato Titus Brandsma dan Relevansinya bagi Kaum Religius Dewasa Ini. In Doctoral dissertation, IFTK Ledalero. http://repository.iftkledalero.ac.id/668/

Sihotang, J. A. (2021). Pengenalan akan Allah dalam Pengalaman Hidup Kaum Muda Katolik. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, 1(2), 182–196. https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/article/view/16

Sinaga, A. M., Firmanto, A. D., & Aluwesia, N. W. (2023). Kontemplasi dalam hidup spiritualitas umat Kristiani menurut Ordo Karmel. Jurnal Teologi Pengarah, 5(1). https://journaltiranus.ac.id/cgi-sys/suspendedpage.cgi

Wege, B. (2022). Pemahaman tentang Evangelisasi Baru Menurut Evangelii Gaudium dan Implikasinya terhadap Karya Pelayanan Para Karmelit. In Disertasi Doktoral, IFTK Ledalero. http://repository.iftkledalero.ac.id/1151/

Woda, A. L. M. D. (2024). Makna Kasih Persaudaraan Kristiani: Refleksi Teologis-Spiritual-Praktis. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 3(1), 176–195. https://prin.or.id/index.php/JURRAFI/article/view/2766

ives In Misericordia. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Publicado

2025-12-01

Edição

Secção

Artigos

Categorias

Como Citar

Kasih sebagai Pengalaman akan Allah dalam Diri Santo Titus Brandsma. (2025). Perspektif, 20(2). https://doi.org/10.69621/jpf.v20i2.306

Artigos Similares

1-10 de 33

Também poderá iniciar uma pesquisa avançada de similaridade para este artigo.