Midodareni dalam Perspektif Sakramen Perkawinan Gereja Katolik

Autori

  • Skolastika Dinda Ayu Maharani STP-IPI Malang
  • Pius Intan Sakti X STP-IPI Malang
  • Emmeria Tarihoran STP-IPI Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v20i2.322

Parole chiave:

Midodareni, Inkulturasi, Teologi Katolik, Pendidikan Iman, Tradisi Jawa

Abstract

Sebagai mahasiswa Pendidikan Keagamaan Katolik, penulis memandang bahwa tradisi Midodareni merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang mengandung nilai-nilai spiritual dan moral yang selaras dengan ajaran iman Katolik. Tradisi ini dilaksanakan pada malam sebelum pernikahan sebagai bentuk doa dan permohonan berkat bagi calon pengantin. Melalui penelitian kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, tulisan ini bertujuan untuk mengkaji makna teologis dan relevansi tradisi Midodareni dalam terang sakramen perkawinan Katolik, serta menyoroti bagaimana proses inkulturasi iman terjadi dalam kehidupan umat Katolik di Jawa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Midodareni bukan sekadar ritual budaya, tetapi merupakan ekspresi iman yang hidup, di mana nilai-nilai kesucian, kesetiaan, doa, dan pengharapan akan rahmat Allah menjadi pusat maknanya. Gereja Katolik, melalui semangat inkulturasi, menghargai budaya lokal sebagai wadah untuk menghadirkan Injil    ke dalam kehidupan masyarakat tanpa mengurangi kebenaran iman. Sebagai calon pendidik agama Katolik, refleksi atas tradisi ini menumbuhkan kesadaran bahwa pewartaan iman tidak dapat dipisahkan dari konteks budaya umat. Oleh karena itu, memahami Midodareni bukan hanya upaya pelestarian budaya, tetapi juga bentuk nyata pendidikan iman yang kontekstual dan berakar pada nilai kemanusiaan, kasih, dan keselamatan Allah.

Downloads

La data di download non è ancora disponibile.

Riferimenti bibliografici

Afifah, A. Z. W., Nurlaili, R., Halima, O. N., Feronica, D., Sugiantoro, S., & Setyawan, K. G. (2024). Mengungkapkan Makna Simbolis Upacara Pernikahan Midodareni di Daerah Ngawi. Maharsi, 6(3), 93–102. https://doi.org/10.33503/maharsi.v6i3.57

Apriansyah, B., Nadroh, (2024). Inkulturasi Budaya Jawa Pada Gereja Katolik.

Ardiyanti, D. (1987). Kebudayaan Dan Perannya Dalam Pembentukan Moral Menurut Perspektif Konstruktivis. 37–50.

Bangunjiwo, K. J. (2019). TATA CARA Pengantin Jawa (Damaika). NARASI.

Damiyanti, S., Zulhelmi, & Murtiningsih. (2020). Nilai-Nilai Filosofi Pada Tradisi Midodareni di Desa Bero Jaya Timur Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin Ditinjau dari Aqidah Islam. Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 1(2), 64–79.

Dismas, K., Sekolah, T., Filsafat, T., Widya, S., & Malang, I. (2006). Perkawinan Campuran Menurut Hukum Kanonik dan Hukum Positif. Jurnal Ilmu Agama, 7(3), 1–11.

Halawa, C. R. W., & Tawa, A. B. (2024). Transformasi Generasi Muda Katolik: Liturgi sebagai Landasan Kaderisasi Orang Muda Katolik Stasi Sta. Renha Rosari Trans-Biduk, Sekatak, Kalimantan Utara. Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian Dan Perubahan Sosial, 1(4), 70–79.

Hardawiryana, R. (Ed.). (2019). Dokumen Konsili Vatikan II (2019th ed., pp. 1–709). OBOR.

Hardawiryana, R. (2009). Sacrosanctum Concilium (Konsili Suci). Dokumentasi Dan Penerangan KWI, 521–653.

Hermanto, E., & Timmerman Octavianus, B. S. (2023). Upacara Tradisional Jawa Midodareni Dalam Perspektif Teologi Keselamatan Katolik. Universitas Sanata Darma, 1(1), 1097–1106.

Iswandari, A., Rasmanah, M., & Fitri, H. U. (2024). Application Of Premarital Guidance Through. 5(2), 488–497.

Kristina, I. (2023). Tradisi Midodareni Pada Perkawinan Masyarakat Jawa Perspektif ’Urf.

Prabowo Bangun, N., Holillulloh, & Adha, M. (2021). Pengaruh Globalisasi Terhadap Bergesernya Tata Cara Adat Midodareni Pada Masyarakat Adat Jawa.

Rosalia, W. (2018). Sebuah Refleksi Pastoral Inkulturasi Budaya Jawa Dalam Penghayatan Iman Katolik Implikasinya Dalam Kegiatan Misa Jumát Legi. Jurnal Reinha, VIII, 143–161.

Salamah, S. (2019). Konsep Keselamatan Masyarakat Jawa Dalam Upacara Midodareni. HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman, 5. https://doi.org/10.36835/humanistika.v5i1.42

Silvia, K. (2025). Ritual dan Identitas Kolektif : Studi Antropologis atas Tradisi Perkawinan dalam Masyarakat Urban. Nizamiyah: Jurnal Sains, Sosial Dan Multidisiplin, 1(1), 42–56.

Sinambela, S. M., Saragih, M. D., Novi, J., & Lumbantobing, Y. (2025). Dinamika Kebudayaan dan Perubahan Sosial dalam Masyarakat Modern. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Matematika, 2(2), 65–75. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1521

Widayanti, S. (2008). Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa. Jurnal Filsafat, 18(2), 115–129.

Widyawati, M. D., & Sungkono, S. (2025). Midodareni Sebagai Warisan Budaya : Media Pendidikan Moral dan Etika di Era Globalisasi Midodareni Sebagai Warisan Budaya : Media Pendidikan Moral dan Etika di Era Globalisasi. March.

Wiyono, S., Hanock, E. E., Laoli, A., & Yeremia. (2024). Menghadapi Tantangan FOMO dengan Nilai. Jurnal Paraklesis, 1(1), 1–12.

Pubblicato

2025-12-31

Fascicolo

Sezione

Articoli

Categorie

Come citare

Midodareni dalam Perspektif Sakramen Perkawinan Gereja Katolik. (2025). Perspektif, 20(2). https://doi.org/10.69621/jpf.v20i2.322

Articoli simili

11-20 di 215

Puoi anche Iniziare una ricerca avanzata di similarità per questo articolo.