Membangun Dialog dalam Keberagaman

Memahami Ritual Martutu Aek Batak Toba dan Sakramen Baptis

Autori

  • Jimson Sigalingging Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v15i2.138

Parole chiave:

Budaya, Martutu Aek, Batak Toba, Dialog, Gereja, Sakramen Baptis

Abstract

Religion and culture are two different things. Religion is God’s creation, while culture is human creativity. However, the two of them are interconnected and inseparable. The focus of this study is the understanding of the martutu aek ritual in connection to the Sacrament of Baptism. Martutu aek is a ritual of purification of babies from evil spirits before they are formally accepted into the society. Meanwhile, the Sacrament of Baptism is one of the sacraments of initiation in the church. This study contains the meaning of martutu aek; the basic implementation, function, and meaning of the sacrament of baptism, and its purpose according to the Catholic Church. The methodology used in this research is a comparative theological study. The findings of this study uncover the similarities and differences between the ritual of martutu aek of Batak Toba and the meaning of the Sacrament of Baptism. The contribution of this research is to build a religious dialogue within the Batak Toba communities.

Downloads

La data di download non è ancora disponibile.

Riferimenti bibliografici

Afrianti, Diana (2019), “Tuntunan dan Proses Pemberian Nama Anak dalam Perspektif Agama Islam dan Agama Katolik”, Skripsi: UIN Raden Fatah Palembang.

Elwood, Douglas J. (1992), “Teologi Kristen Asia:Tema-tema yang Tampil ke Permukaan”(terj. B.A Abednego), Jakarta: BPK Gunung mulia.

Gai, Yosef Herman (2014), Sakramen dan Sakrementali Menurut Kitab Hukum Kanonik, Jakarta: Obor.

Gultom, Ibrahim (2010, Agama Malim di Tanah Batak, Medan: Bumi Aksara.

Kaesing, Roger (1992), Antropologi Budaya, Padang: Erlangga.

Kavanagh, Aidan (1991), Tata Cara Pembaptisan dan Proses Terbentuknya, Yogyakarta: Kanisius.

Kitab Hukum Kanonik 1983 (2016), terj. Konferensi Wali Gereja Indonesia.

Lerebulan, Aloysius (2010), Sakramen Pembabtisan dalam masyarakat Plural, Yogyakarta: Kanisius.

Martasudjita (2003), Sakramen-sakramen Gereja, Yogyakarta: Kanisius.

Nainggolan, Togar (2006), Batak Toba di Jakarta: Kontinuitas dan Perubahan Identitas, Medan: Bina Media.

Nainggolan, Togar (2012), Batak Toba: Sejarah dan Transformasi Religi, Medan: Penerbit Bina Media Perintis.

Sermada, Donatus(2011), Pengantar Perbandingan Agama, Malang: Pusat Publikasi Filsafat Teologi Widya Sasana.

Sinaga, Anicetus, B.(2004), Dendang Bakti: inkulturasi Teologi dalam Budaya Batak, Medan: Penerbit Bina Media Perintis.

Sinaga, Anicetus, B.(2014), Allah Batak Toba: Transendensi dan Imanensi, Yogyakarta: Kanisius.

Situmorang, Nelita (2017), Eksistensi Agama Lokal Parmalim, Medan: Penerbit Bina Media Perintis.

Sunarko(2007), “Kata Pengantar”, dalam Andreas Bernardinus Atawolo,Kerjasama Membangun Kerajaan Allah, Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara.

Tobing, Philip Lumban (1956) The Structure of Batak toba Belief in The High God, Amsterdam: Jacob van Campen.

Vergowen, J.C. (2004), Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba, Yogyakarta: Lkis.

Pubblicato

2022-04-13

Fascicolo

Sezione

Articoli

Come citare

Membangun Dialog dalam Keberagaman: Memahami Ritual Martutu Aek Batak Toba dan Sakramen Baptis. (2022). Perspektif, 15(2), 91-107. https://doi.org/10.69621/jpf.v15i2.138

Articoli simili

1-10 di 118

Puoi anche Iniziare una ricerca avanzata di similarità per questo articolo.