Ibadat Ekumene dan Dampaknya Terhadap Integritas Iman Kristen

Penulis

  • Dian Labo Mengkala
  • Hendrikus Rinaldi Amsikan

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v21i1.301

Kata Kunci:

ibadat ekumene, integritas iman, ekumenisme, persatuan gereja

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ibadat ekumene dan dampaknya terhadap integritas iman Kristen dalam konteks kehidupan bergereja yang semakin plural. Ibadat ekumene dipahami sebagai bentuk perjumpaan liturgis lintas denominasi yang mengungkapkan panggilan persatuan umat Kristiani, sebagaimana didorong oleh berbagai dokumen resmi Gereja. Namun, semangat persatuan tersebut juga disertai dengan penegasan agar keterlibatan dalam gerakan ekumene tidak mengarah pada kompromi doktrinal atau relativisasi ajaran iman. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah dokumen-dokumen resmi Gereja, karya teologis, serta literatur akademik yang relevan. Secara khusus, analisis berfokus pada ajaran Gereja yang mendorong keterlibatan dalam gerakan ekumene seperti dokumen Unitatis Redintegratio sekaligus memberikan batasan-batasan teologis demi menjaga kemurnian iman. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis teologis, historis, dan kritis-reflektif guna mengidentifikasi keseimbangan antara tuntutan persatuan dan kesetiaan pada ajaran iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadat ekumene, sebagaimana didukung oleh ajaran resmi Gereja, memiliki dampak positif dalam memperkuat kesadaran akan kesatuan tubuh Kristus, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta memperkaya pemahaman iman umat. Namun demikian, Gereja juga secara tegas mengingatkan adanya potensi bahaya, seperti kompromi doktrinal dan relativisasi kebenaran iman, apabila praktik ekumene tidak dilaksanakan dengan kehati-hatian teologis. Dengan demikian, integritas iman Kristen dipahami sebagai kesetiaan pada inti ajaran iman yang berjalan seiring dengan keterbukaan terhadap dialog ekumenis. Penelitian ini menegaskan bahwa ibadat ekumene dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan Gereja apabila dilaksanakan berdasarkan pedoman ajaran resmi Gereja, yang menyeimbangkan semangat persatuan dengan komitmen terhadap kebenaran iman yang autentik.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Campbell, H. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. New York: Routledge.

De Jonge, C. (2016). Menuju keesaan gereja: Sejarah, dokumen-dokumen dan tema-tema gerakan oikumenis. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Dokumen Konsili Vatikan II, Unitatis Redintegratio, Dekrit tentang ekumenisme.. Penterj. R. Hardawiryana. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 1992.

End, Th. Van den, & Weitjens, J. (2016). Sejarah gereja di Indonesia tahun 1860-an–sekarang: Ragi Carita 2. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Firmanto, A. D. (2023). Teologi persaudaraan dan dialog oikumenis. Malang: Penerbit Dioma.

Hendri, M. (2019). Peran organisasi oikumene dalam kehidupan gereja di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Kristiani.

Hutagalung, dkk. (2023). Gereja dan tantangan oikumene di era modern. Medan: Bina Media.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kirchberger, G. (2010). Gerakan ekumene: Suatu panduan. Maumere: Ledalero.

Konigsmann, J. (1986). Gerakan dan praktek ekumene. Ende: Nusa Indah.

Kusuma, H. (2021). Tantangan oikumene di Indonesia: Integritas iman dan dinamika sosial-politik. Jakarta: Pustaka Harmoni.

KWI. (1996). Pedoman ekumenisme Gereja Katolik Indonesia. Jakarta: Obor.

Layantara, J. N. (2020). Peran gereja dalam membangun persatuan umat. Yogyakarta: Kanisius.

Lim, D. (2022). Christian unity in contemporary society. Singapore: Unity Press.

PGI. (2014). Dokumen keesaan gereja di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

PGI & KWI. (2020). Dokumen bersama tentang gerakan oikumene di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Pranoto, B. (2020). Gereja dan tantangan kontemporer di Indonesia: Menjawab perubahan sosial dan budaya. Bandung: Penerbit Lentera.

Prasetyo, D. (2017). Dialog antaragama dan peran oikumene dalam masyarakat majemuk Indonesia. Surabaya: Bina Wacana.

Rahman, F. (2023). Dampak teknologi digital terhadap komunikasi dan komunitas gereja di Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Digital Harmoni.

Rozi, M. F. (2008). Pluralisme dan dialog antarumat beragama. Surabaya: Pena Nusantara.

Ruhulessin, P. D. J. C. (2020). Oikumene dan perdamaian di Indonesia. Ambon: Universitas Pattimura Press.

Ruslan, I. (2020). Teologi sosial dalam kehidupan bergereja. Bandung: Kalam Hidup.

Rusmanto, A., & Sitompul, T. (2021). Membangun persaudaraan lintas gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Santoso, R. (2018). Gereja dan rekonsiliasi sosial. Yogyakarta: Kanisius.

Sejarah Gereja: Buku Siswa. (2019). Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia untuk SMP Kelas VIII.

Smith, C., & Denton, M. L. (2005). Soul searching: The religious and spiritual lives of American teenagers. New York: Oxford University Press.

Sutrisno, A. (2022). Tantangan modern gerakan oikumene di Indonesia: Fragmentasi dan eksklusivitas teologis. Jakarta: Pustaka Harmoni.

Togatorop, H., & Widjaja, F. I. (2022). Kepemimpinan gereja dan semangat oikumene. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Wendlinder, M. (2018). Ecumenism and Christian cooperation. London: SCM Press.

Wibowo, R. (2022). Peran oikumene dalam membangun gereja dan masyarakat di Indonesia. Surabaya: Penerbit Harmoni Bangsa.

World Council of Churches. (2013). The church: Towards a common vision. Geneva: WCC Publications.

Wulandari, N. (2019). Peran organisasi oikumene dalam memperkuat persatuan gereja dan pelayanan sosial di Indonesia. Jakarta: Pustaka Pelayanan.

Yulianti, S. (2021). Solidaritas sosial dan kolaborasi gereja dalam gerakan oikumene. Jakarta: Penerbit Harmoni.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-01

Terbitan

Bagian

Artikel

Kategori

Cara Mengutip

Ibadat Ekumene dan Dampaknya Terhadap Integritas Iman Kristen. (2026). Perspektif, 21(1), 87-104. https://doi.org/10.69621/jpf.v21i1.301

Artikel Serupa

1-10 dari 128

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama