Arsip

  • Sepak Terjang Misi SVD
    Vol 1 No 1 (2014)

    Buku Simposium 1 yang mengambil judul „Sepak Terjang Misi SVD“ memuat makalahmakalah yang dibawakan pada tanggal 14 Januari 2014 dalam kegiatan Simposium. Kegiatan Simposium ini dijalankan untuk pertama kali oleh para peserta Simposium di bawah koordinasi Lembaga Aditya Wacana, Malang, menjelang perayaan pesta Bapa Pendiri Serikat Sabda Allah (SVD) pada tanggal 15 Januari 2014. Selain makalah-makalah, beberapa dokumentasi penting turut menghias juga halaman-halaman buku ini. 

    Artikel pertama yang berjudul „Lembaga Aditya Wacana“ berisikan gambaran sekilas proses berdirinya Pusat Pengkajian Agama dan Kebudayaan di bawah nama „Aditya Wacana“. Sejarah singkat, tugas dan mekanisme kerja serta kegiatan lembaga hingga saat ini dilukiskan di sana. Artikel ini disusul dengan makalah Pater Saverius Vastival, SVD. Dalam makalah yang berjudul „Paroki Gembala Yang Baik Surabaya“, Pater Saverius menyoroti sejarah Paroki Gembala Yang Baik Surabaya, pemetaan pastoral paroki, statistik umat paroki dan pelayanan pastoral untuk orang miskin. Artikel-artikel yang mengambil nomor urut tiga hingga enam berkisar tentang kegiatan kerasulan keluarga. Pater Stefanus I Kadek Subrata, SVD, dalam makalahnya yang berjudul „Kekhasan Paroki Roh Kudus Surabaya Dalam Kaitan Dengan Pastoral Keluarga Muda“ berbicara tentang strategi kegiatan kerasulan keluarga muda di parokinya, visi-misi paroki Roh Kudus serta gambaran selayang pandang paroki Roh Kudus. Menyusul makalah Pater Elenterius Bon, SVD, dengan tema „Bermisi Bersama Keluarga“.  Pater Elenterius Bon menekankan persoalan-persoalan aktual yang menimpa keluarga dewasa ini seperti aborsi, perceraian, perselingkuhan dan sebagainya sambil secara khusus menyerukan pentingnya strategi pastoral SVD dalam kerasulan keluarga untuk menjawabi persoalan-persoalan itu. Dalam makalah „Gema Kapitel SVD XII Dan ARDAS Provinsi SVD Jawa“, Pater Thoby Muda Kraeng, SVD, menekankan Arah Dasar Provinsi SVD Jawa sesuai gema Kapitel SVD XII sehubungan dengan strategi misi di bidang kerasulan Keluarga dan memperkenalkan salah satu strategi melalui K-AKP (Kursus Asisten Konselor Perkawinan) sebagai wadah kaderisasi untuk misi pelayanan keluarga ke depan. Pater Donatus Sermada, SVD, memasukkan artikel „Pater Paul Klein, SVD, dan Kerasulan Keluarga“ ke dalam buku ini untuk menonjolkan profil Sang Misionaris Pater Paul Klein di Indonesia selama hampir 40 tahun dalam bidang Kerasulan Keluarga.   

    Dari tema kerasulan keluarga, kita beralih kepada tema tentang komunikasi. Pater Fritz Meko, SVD, dalam makalahnya „Komisi Komunikasi Sebagai Matra Dalam Perspektif Dan Praksis“ menonjolkan dwi dimensi komunikasi, komunikasi sebagai matra khas dan penanaman nilai komunikasi serta pautannya dengan dialog profetis dalam praksis. Makalah „Kecakapan Mengolah Data Demi Pelayanan Pastoral“ yang dipaparkan oleh Pater Yohanes I Wayan Marianta, SVD, berisikan satu tawaran untuk mengembangkan kecakapan penelitian dalam berpastoral yang berbasis data, yaitu menggali, mengolah, menyajikan, menggunakan dan menyimpan data secara sistematis demi pelayanan pastoral yang melayani kebutuhan umat secara lebih tepat. Pater Donatus Sermada, SVD, dalam makalah „Missio ad Extra: Mitra Dialog SVD dan Problematikanya di Provinsi SVD Jawa“, berbicara tentang empat mitra dialog SVD dan problematika penerapannya di provinsi SVD Jawa. Dalam makalah „Intercultural Life And Mission Dalam Konteks Dunia Dewasa Ini“, Pater Eko Yuliantoro, SVD, menyuguhkan pemikiran Pater Superior General Antonio Pernia, SVD, tentang hidup dan misi Serikat Sabda Allah di tengah-tengah situasi konkrit yang berlatarbelakangkan keanekaragaman budaya. 

       Beberapa artikel dalam nomor urut terakhir memuat gagasan-gagasan khas tentang spiritualitas, hidup dan misi SVD. Makalah „Komunitas SVD Batam: Sebuah Test-Case Passing Over Misi Kita“ yang ditulis oleh Pater Aurelius Pati, SVD, berisikan tentang gambaran kilas misi SVD di Pulau Batam dan redefinisi Misi SVD di sana dalam kaitan dengan karya kategorial di bidang kerasulan Kitab Suci pada „Bible Center“ setelah misi SVD di paroki dilepaskan secara resmi kepada keuskupan Pangkal Pinang. Pater Kristoforus Bala, SVD, dalam makalah „Allah adalah Terang: Peranan Liberatif Sabda Allah Dan Kudus Menurut St. Arnoldus Janssen“ memaparkan gagasan teologis Bapa Pendiri SVD, Santo Arnoldus Janssen, tentang Sabda Allah dan Roh Kudus dalam peran keduanya yang bersifat membebaskan. Artikel Pater Kristo disusul dengan artikel „Piagam Madinah: Payung Masyarakat Pluralis“ yang dibawakan oleh Pater Peter Sarbini, SVD. Pater Sarbini mengulas gambaran kota Madinah pada era Nabi Muhammad dan Piagam Madinah dalam konteks masyarakat plural. Artikel terakhir „Memperkenalkan Aditya Wacana“ diangkat dari tulisan Pater Donatus Sermada, SVD, tentang  semantik dan pragmatik kata „Aditya Wacana“ serta tujuan pembentukan lembaga „Aditya Wacana“. Sebagai penutup buku ini, disajikan notulensi acara simposium dan hasil diskusi oleh Frater Raditya Kurniadi Vincenstius, SVD, dan Frater Herri Kiswanto Sitohang, SVD. Sebuah lampiran pada halaman terakhir memuat „Statuta“ lembaga Aditya Wacana.

  • Butir-Butir Terang Injil dalam Pelayanan Misioner: Witnessing to the Light: From Everywhere for Everyone
    Vol 4 No 4 (2025)

    Buku Butir-Butir Terang Injil dalam Pelayanan Misioner ini merupakan salah satu upaya untuk mengapresiasi karya para sama-saudara SVD di Provinsi Jawa (IDJ) sejak Kongregasi kita berkiprah di wilayah ini, sejak pertengahan dasawarsa 1930-an sampai dengan dewasa ini. Kumpulan tulisan ini juga sekaligus merupakan salah satu cara lain merayakan ulang tahun ke-150 berdirinya Kongregasi kita – karena berbagai macam kegiatan yang gegap gempita telah dilakukan oleh masing-masing komunitas dan distrik, baik secara intern maupun dengan melibatkan banyak pihak lain, seperti Soverdia, Orang Muda Misioner, dalam keuskupan-keuskupan di mana kita menjadi bagian integralnya.

    Dalam tulisan-tulisan ini dapat kita lihat tema-tema penting. Ada ulasan historis ringkas perjalanan misi kita secara geografis, ada pergulatan dialogis sosial lintas-budaya atau interkultural, ada tema pembinaan pastoral-liturgis berkelanjutan, ada pula bahasan mengenai kontribusi nyata para sama-saudara dalam memajukan misi gereja-gereja lokal, baik dalam pelayanan parokial, kategorial, maupun dalam komisi-komisi dan/atau kuria di keuskupan-keuskupan.

    Banyak pula dipadukan dalam antologi misioner ini tulisan-tulisan para sama-saudara muda yang mengalami langsung dan belajar dari kiprah para senior mereka di paroki-paroki. Banyak butir gagasan pastoral lintas-budaya yang diangkat sebagai bagian dari pembelajaran mereka dan sekaligus apresiasi atas teladan-teladan baik yang mereka timba dari para senior mereka. Intinya, dengan belajar langsung dari pengalaman di lapangan, ada banyak gagasan misioner yang mencerahkan yang bisa terus dimajukan dalam tahun-tahun dan dasawarsa-dasawarsa mendatang. Artinya, dengan merefleksikan pengalaman relatif panjang yang kita miliki di Provinsi Jawa ini (1935-2025) dan merefleksikan pergulatan kontekstual dewasa ini, dengan optimisme para peziarah pengharapan kita memikul tanggungjawab misioner ini dengan penuh sukacita dan kesabaran.

    Dalam Bulla-nya, Spes non Confundit (2024), misalnya, mendiang Sri Paus Fransiskus memberikan peneguhan ini: “Interaksi antara pengharapan dan kesabaran membuat kita melihat dengan jelas bahwa kehidupan Kristiani adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan momen-momen yang lebih intens untuk mendorong dan mempertahankan pengharapan sebagai teman setia yang membimbing langkah-langkah kita menuju tujuan perjumpaan kita dengan Tuhan Yesus” (no. 5). Inilah roh yang meneguhkan kita semua untuk terus berupaya berkontribusi bagi kemajuan Injil dan Gereja Kristus, dan bagi pembangunan masyarakat luas yang lebih beradab.

    Antologi sederhana ini kiranya juga mengungkapkan bahwa kita menemukan sukacita hidup misioner kita yang penuh makna, meskipun kita mengakui dengan rendah hati bahwa kita Adalah hamba-hamba Tuhan yang kurang sempurna. Dalam Seruan Apostoliknya, Evangelii Gaudium (2013), Bapa Suci Paus Fransiskus, pernah mengingatkan kita akan panggilan misioner ini, demikian: “Kita semua dipanggil untuk memberikan kesaksian eksplisit kepada sesama tentang kasih Allah yang menyelamatkan, yang meskipun kita tidak sempurna, menawarkan kepada kita kedekatan-Nya, sabda-Nya, kekuatan-Nya serta memberi makna kepada hidup kita” (no. 121).

    Kalau para pembaca yang budiman menemukan dalam buku ini ada kekurangtelitian dalam perumusan buah-buah pikiran atau penyebutan nama-nama tempat dan lain sebagainya, silahkan disampaikan koreksiannya kepada kami untuk perbaikan dalam edisi berikutnya. Tentu saja kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua sama-saudara yang berkenan membahasakan pengalaman dan pengamatan mereka dalam kumpulan tulisan ini. Selamat ulang tahun ke-150 SVD. Selamat tahun yubileum.