Buku ini ibarat tapak-tapak jejak perkembangan masalah sosioreligi, sosioedukasi, sosiobudaya dan sosiopolitik dari perlawatan peradaban kita yang tak kunjung selesai. Buku ini berisi kumpulan tuli…
Selama 20 tahun, Catatan Pinggir tanpa henti mendendangkan pentingnya martabat manusia, demokrasi, dan kebebasan. Kini, catatan pinggir kehilangan rumah: majalah Tempo telah dicabut SIUPP-nya pada …
Setelah Buku Pertama dan Kedua mencapai sukses, kini kami hadirkan Catatan pinggir 3 yang memuat sekitar seratus enam puluh catatan pinggir yang mencakup periode terbit Tempo dari 4 Januari 1986 sa…
Pada dasarnya catatan pinggir majalah Tempo adalah catatan seorang penyair dan semua kita tahu penyair tersebut seorang wartawan. Tentu saja tidak ada yang aneh jika penyair menjadi wartawan atau w…
Buku ini ibarat tapak-tapak jejak perkembangan masalah sosioreligi, sosioedukasi, sosiobudaya dan sosiopolitik dari perlawatan peradaban kita yang tak kunjung selesai. Buku ini berisi kumpulan tuli…
Selama 20 tahun, Catatan Pinggir tanpa henti mendendangkan pentingnya martabat manusia, demokrasi, dan kebebasan. Kini, catatan pinggir kehilangan rumah: majalah Tempo telah dicabut SIUPP-nya pada …
Setelah Buku Pertama dan Kedua mencapai sukses, kini kami hadirkan Catatan pinggir 3 yang memuat sekitar seratus enam puluh catatan pinggir yang mencakup periode terbit Tempo dari 4 Januari 1986 sa…
Pada dasarnya catatan pinggir majalah Tempo adalah catatan seorang penyair dan semua kita tahu penyair tersebut seorang wartawan. Tentu saja tidak ada yang aneh jika penyair menjadi wartawan atau w…
Buku ini ibarat tapak-tapak jejak perkembangan masalah sosioreligi, sosioedukasi, sosiobudaya dan sosiopolitik dari perlawatan peradaban kita yang tak kunjung selesai. Buku ini berisi kumpulan tuli…
Selama 20 tahun, Catatan Pinggir tanpa henti mendendangkan pentingnya martabat manusia, demokrasi, dan kebebasan. Kini, catatan pinggir kehilangan rumah: majalah Tempo telah dicabut SIUPP-nya pada …
Setelah Buku Pertama dan Kedua mencapai sukses, kini kami hadirkan Catatan pinggir 3 yang memuat sekitar seratus enam puluh catatan pinggir yang mencakup periode terbit Tempo dari 4 Januari 1986 sa…
Pada dasarnya catatan pinggir majalah Tempo adalah catatan seorang penyair dan semua kita tahu penyair tersebut seorang wartawan. Tentu saja tidak ada yang aneh jika penyair menjadi wartawan atau w…
Buku ini ibarat tapak-tapak jejak perkembangan masalah sosioreligi, sosioedukasi, sosiobudaya dan sosiopolitik dari perlawatan peradaban kita yang tak kunjung selesai. Buku ini berisi kumpulan tuli…
Selama 20 tahun, Catatan Pinggir tanpa henti mendendangkan pentingnya martabat manusia, demokrasi, dan kebebasan. Kini, catatan pinggir kehilangan rumah: majalah Tempo telah dicabut SIUPP-nya pada …
Setelah Buku Pertama dan Kedua mencapai sukses, kini kami hadirkan Catatan pinggir 3 yang memuat sekitar seratus enam puluh catatan pinggir yang mencakup periode terbit Tempo dari 4 Januari 1986 sa…
Pada dasarnya catatan pinggir majalah Tempo adalah catatan seorang penyair dan semua kita tahu penyair tersebut seorang wartawan. Tentu saja tidak ada yang aneh jika penyair menjadi wartawan atau w…
Buku ini ibarat tapak-tapak jejak perkembangan masalah sosioreligi, sosioedukasi, sosiobudaya dan sosiopolitik dari perlawatan peradaban kita yang tak kunjung selesai. Buku ini berisi kumpulan tuli…
Selama 20 tahun, Catatan Pinggir tanpa henti mendendangkan pentingnya martabat manusia, demokrasi, dan kebebasan. Kini, catatan pinggir kehilangan rumah: majalah Tempo telah dicabut SIUPP-nya pada …
Setelah Buku Pertama dan Kedua mencapai sukses, kini kami hadirkan Catatan pinggir 3 yang memuat sekitar seratus enam puluh catatan pinggir yang mencakup periode terbit Tempo dari 4 Januari 1986 sa…
Pada dasarnya catatan pinggir majalah Tempo adalah catatan seorang penyair dan semua kita tahu penyair tersebut seorang wartawan. Tentu saja tidak ada yang aneh jika penyair menjadi wartawan atau w…