Text
Heidegger dan Mistik Keseharian: Suatu Pengantar Menuju Sein und Zeit
Carut-marut globalisasi dan hiruk-pikuk metropolis sering menyeret kita menjadi normad pemuja tubuh, petarung kapital, atau [penjilat kekuasaan. Kita tidak lagi mencandra yang mistis. Jati diri terlupa, dan hidup menjadi banal, tanpa makna. Melalui bukunya, Sein und Zeit (Ada dan Waktu, 1928), Heidegger menawarkan jalan untuk kembali pada jati diri kita. Bukan dengan bersamadi atau mengasingkan diri, melainkan dengan menjadi mistikus keseharian: mencandra kecemasan (Angst) yang menyembul keluar dari kolam keseharian kita. Dengan demikian, ada yang terlempar menyingkapkan diri, dan mengundang manusia untuk bermukim dalam rumah eksistensinya.
| 11625 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain