Text
Para Tokoh Angkat Bicara (Buku 1)
Yang saya tak bisa terima ukuran primordial dan sektarian itu digunakan untuk standar dalam kehidupan bermasyarakat berusaha dan bergaul. Mengapa kita tak mampu mengakui dan menghargai kemajemukan? (Abdurrahman Wahid). Sejarah memperingatkan bahwa kita adalah bangsa yang gampang terbius mimpi. Bangsa fakir yang bahagia tidur di atas kasur paku. (Arifin C. Noer), hak-hak asasi manusia betul-betul harus dihormati dan penghormatan itu harus mendapat jaminan hukum. Hukum yang lebih dasar daripada undang-undang biasa. (Franz Magniz Suseno)
| 7831 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain