Text
Budaya Manggarai: Selayang Pandang
Dari segi eksistensi dan peran budaya, sesungguhnya budaya itu lahir sebagai cipta, rasa, karsa manusia. Bahkan, budaya tidak hanya lahir sebagai cipta, rasa, karsa manusia ulas Koentjoroningrat, tetapi mencakup seluruh total dari pikiran, karya dan hasil karya manusia yang tidak berakar kepada nalurinya (1990:1). Manusia dapat berpakaian, bertutur kata, bersikap dan bertindak, baik secara lugas maupun berupa kiasan-kiasan, tanda-tanda, lambang-lambang, totem-totem, dan simbol-simbol, karena itu semua adalah cerminan budaya. Ungkapan-ungkapan seperti itu juga diterapkan dalam budaya Manggarai. Dulu orang Manggarai menganut kepercayaan agama asli yaitu dinamisme dan animisme (percaya pada roh-roh halus).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain