PERPUSTAKAAN SVD ADITYA WACANA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Bermisi Lintas Budaya (Sebuah Usaha Memaknai Misi Dewasa Ini dalam Terang Praksis Misioner St. Joseph Freinadementz)

Text

Bermisi Lintas Budaya (Sebuah Usaha Memaknai Misi Dewasa Ini dalam Terang Praksis Misioner St. Joseph Freinadementz)

Sumaryono, Agustinus - Nama Orang; 2. Adi Saptowidodo, MA - Nama Orang; 1. Raymundus I Made Sudhiarsa, Ph.D - Nama Orang; 3. Dr. Edison R.L. Tinambunan - Nama Orang;

Dalam bermisi lintas budaya, seorang misionaris senantiasa dihadapkan pada dua kutub. Kutub pertama yaitu amanat Injil dan Tradisi Katolik, dan di kutub lainnya adalah pengalaman, kebudayaan, lokasi sosial dan perubahan budaya. Dengan adanya ketegangan tersebut, seorang misionaris dituntut tidak hanya memahami Injil dan tradisi dengan baik, tetapi juga dapat memahami kebudayaan secara baik. Pemahaman kebudayaan ini sangat penting karena dari pemahaman ini muncul model-model pewartaan. Model-model pewartaan inilah yang kemudian menjadi faktor yang penting dalam keberhasilan sebuah karya misioner, disamping peran Allah sendiri karena misi pertama-tama dan terutama adalah karya Allah, bukan karya Gereja atau tarekat-tarekat misioner. Keberhasilan karya misioner tidak hanya dilihat dari besar dan berkembangnya suatu jemaat, tetapi juga dapat dilihat dari kesetiaan para misioner terhadap tempat misi dan pelayanannya. Santo Joseph Freinadementz adalah teladan dalam menyikapi sebuah perjumpaan antara amanat Injil dan Tradisi Katolik dengan pengalaman, kebudayaan, lokasi sosial dan perubahan budaya di China. Ia telah mampu mendamaikan dua kutub yang seringkali menjadi tantangan dalam bermisi lintas budaya. Perjumpaan itulah yang melahirkan pergulatan dan pertobatan Santo Joseph Freinadementz menjadi China. Pertobatan menjadi China tersebut dilihatnya sebagai proses yang sangat penting dalam pemaknaan misinya. Pertobatan pertama-tama dilakukannya dalam tataran fisik yaitu dengan mengganti pakaian Eropa dengan pakaian China serta mendalami kebudayaan orang-orang China. Selanjutnya ia sadar bahwa pertobatan batin adalah hal terpenting dalam memaknai sebuah perbedaan budaya. Dalam proses selanjutnya ia mengadakan perubahan batin dengan memelajari pandangan hidup orang China adat dan kebiasaan sifat dan pembawaan orang-orang China. Pertobatan ini menunjukkan kedalaman spiritualitas misioner yang dipunyainya.""


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
266 SUM b
Penerbit
Malang : STFT Widya Sasana., 2012
Deskripsi Fisik
x + 139hlm: 21x28cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
266
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
misi Kristen
TESIS 2012
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN SVD ADITYA WACANA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik