PERPUSTAKAAN SVD ADITYA WACANA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Konsepsi Politik Pengakuan Menurut Charles Taylor

Text

Konsepsi Politik Pengakuan Menurut Charles Taylor

Fransiskus, Yanuarius Berek - Nama Orang; 1. Yohanes I Wayan Marianta, MA. - Nama Orang; 2. Pius Pandor, Lic. - Nama Orang;

Politik pengakuan, sebagaimana jelas dari namanya, lahir dari kebutuhan akan pengakuan. Pengakuan, selalu terkait erat dengan identitas. Tuntutan akan pengakuan terutama disuarakan oleh kelompok-kelompok yang merasa identitas mereka kurang dihargai dalam kehidupan bersama. Menurut Charles Taylor pengakuan itu penting, baik dalam level relasi intim dengan orang-orang penting (significant others) di sekitar kita maupun dalam level publik atau relasi sosial yang lebih luas. Pengakuan itu penting pada kedua level relasi tersebut karena taruhannya adalah identitas. Pembentukan identitas bisa terdistorsi akibat pengakuan negatif dari orang lain. Politik pengakuan berada pada level relasi yang kedua, yakni relasi sosial dalam wilayah publik. Politik pengakuan memperjuangkan pengakuan atas hak setiap orang dan setiap kelompok kultural untuk hidup secara otentik menurut identitasnya yang unik. Sebelum mendiskusikan inti perjuangan politik pengakuan, perlu dipahami pembedaan yang dibuat oleh Taylor antara politik pengakuan (politics of recognition) dan politik kesetaraan martabat (politics of equal dignity). Taylor menjelaskan bahwa politik kesetaraan martabat memperjuangkan jaminan atas sekeranjang hak-hak dasar yang identik dan berlaku sama di seluruh dunia. Politik pengakuan tidak melawan prinsip dasar yang diperjuangkan politik kesetaraan martabat ini. Meski demikian, politik pengakuan bergerak lebih jauh dari sebatas memperjuangkan hak-hak dasar yang universal. Politik pengakuan membela hak untuk berbeda dalam arti memperjuangkan pengakuan atas keunikan identitas individu atau kelompok sosial tertentu. Hal ini perlu, karena sering terjadi keunikan ini diabaikan, ditutupi, dan diasimilasi begitu saja oleh kelompok yang dominan atau mayoritas. Asimilasi, menurut Taylor, adalah dosa pokok terhadap cita-cita otentisitas. Persoalannya, bagaimana mewujudkan politik pengakuan dalam realitas. Tuntutan politik pengakuan, menurut Taylor, dapat dilihat dalam kasus tuntutan atas kekhasan masyarakat Quebec di Kanada. Kasus ini menarik dianalisis secara filosofis karena menunjukkan ketegangan antara politik kesetaraan martabat dan politik pengakuan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
320.1 FRA k
Penerbit
Malang : STFT Widya Sasana., 2013
Deskripsi Fisik
x + 93hlm: 21x28cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
320.1
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Filsafat politik
SKRIPSI 2013
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN SVD ADITYA WACANA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik