Text
Manusia dan Kebenaran: Sebuah Filsafat Pengetahuan
Masalah kebenaran selalu aktual. Orang dapat memutlakkan kebenaran yang diyakininya. Perang, terorisme, perselisihan sangat sering berpangkal pada pemutlakan pandangan pribadi atau kelompok tertentu. Dengan memutlakkan pandangan sendiri, pandangan orang lain dilihat sebagai ancaman yang harus ditaklukkan atau bahkan dihapuskan. Inilah yang disebut fundamentalis atau dogmatisme. Sikap sebaliknya adalah relativisme, yakni ketika orang merelatifkan segalanya secara ekstrem. Relativisme menghapus sifat mutlak dan umum. Norma-norma tidak diakui lagi. Individual yang menentukan apakah sesuatu benar atau tidak, baik atau tidak. Ada dua masalah yang merupakan bagian paling pokok dalam pembahasan ini. Yang pertama adalah masalah persesuaian pengetahuan dengan kenyataan. Yang kedua adalah masalah verifikasi, perihal kompetensi ilmu dan keterbatasannya. Pembahasan terfokus pada masalah kebenaran dengan sifat-sifatnya yang dinamis, paradoksal dan multidimensional. Pertentangan antara mutlak dan relatif bukanlah pertentangan yang bersifat kontradiktoris, melainkan bersifat paradoksal. Sifat-sifat paradoksal sekaligus merupakan suatu seruan dan tantangan. Manusia harus setia kepada kebenaran yang dinamis, paradoksal dan multidimensional. Pertentangan tidak boleh dihapuskan dengan memilih yang satu dan menolak yang lain. Dua kebenaran itu bertentangan namun hanya benar dalam kesatuannya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain