PERPUSTAKAAN SVD ADITYA WACANA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Inkulturasi dalam Karya Pewartaan Injil (Tinjauan dalam Terang Evangelii Nuntiandi art.63 dan Relevansinya bagi Gereja Indonesia)

Text

Inkulturasi dalam Karya Pewartaan Injil (Tinjauan dalam Terang Evangelii Nuntiandi art.63 dan Relevansinya bagi Gereja Indonesia)

1. Fransiskus Hardjosetiko, MA - Nama Orang; 2. Yohanes I Wayan Marianta, MA. - Nama Orang; Akoit, Benediktus Tety - Nama Orang;

Inkulturasi merupakan salah satu model pewartaan Gereja dalam karya pewartaan Injil kepada seluruh dunia. Melalui inkulturasi, Gereja dapat berbicara dalam bahasa, simbol dan tanda yang dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh setiap Gereja dan bangsa yang menerima Kabar Gembira Kristus. Dengan demikian kehadiran Gereja tidak dipandang sebagai bagian yang terpisah dan yang lain (asing), tetapi merupakan bagian yang berhubungan erat dalam kehidupan bangsa itu sendiri. Dan jika Gereja sudah dipandang demikian, maka inkulturasi dapat menjadi ujung tombak dan kekuatan Gereja dalam usaha mewartakan Injil kepada seluruh dunia. Namun, kesadaran Gereja akan hal ini bukan berarti telah menyelesaikan segala masalah dalam karya pewartaan Injil. Gereja harus terus berjuang dan berusaha untuk merumuskan suatu konsep dan metode inkulturasi yang tepat dan berdaya guna. Bagaimana Gereja harus melaksanakan inkulturasi? Pertanyaan ini menjadi sangat relevan karena hingga detik ini pun, pelaksanaan inkulturasi belumlah mencapai atau menggapai wilayah kedalaman dari inkulturasi itu sendiri (otentik). Inkulturasi yang terjadi masih mengambang dan tidak mendalam atau orang bilang kulit luar saja. Berangkat dari Evangelii Nuntiandi art. 63 ini, penulis mengatakan bahwa pelaksanaan inkulturasi di Indonesia masih memiliki banyak tugas yang harus dikerjakan. Inkulturasi di Indonesia sejauh ini masih sebatas kulit saja dan belum menyentuh inkulturasi yang otentik. Tulisan ini memberikan sinar terang untuk mengatasi permasaaalahan ini. Yang menjadi fokus adalah problematika yang muncul dalam inkulturasi dan bagaimana upaya yang harus dibuat untuk mengatasinya. Perjalanan menuju inkulturasi yang otentik masih begitu panjang. Diperlukan pembenahan menuju inkulturasi yang otentik di Gereja Indonesia.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
261.21 AKO i
Penerbit
Malang : STFT Widya Sasana., 2014
Deskripsi Fisik
viii + 93hlm: 21,5x28cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
261.21
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Gereja
kristiani dan kebudayaan
SKRIPSI 2014
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN SVD ADITYA WACANA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik