PERPUSTAKAAN SVD ADITYA WACANA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pastoral Iman Katolik di Bali dalam Fenomena Aji Wegig (Tinjauan Misioner-Budaya)

Text

Pastoral Iman Katolik di Bali dalam Fenomena Aji Wegig (Tinjauan Misioner-Budaya)

Dawio, Laurensius I Ketut - Nama Orang; 1. Raymundus I Made Sudhiarsa, Ph.D - Nama Orang; 2. Dr. Yustinus - Nama Orang; 3. Prof. Dr. FX. Eko Armada Riyanto - Nama Orang;

Masyarakat Bali adalah masyarakat yang sangat religius. Religiusitas mereka berakar dalam kepercayaan bahwa alam semsta (bhuana agung) mempengaruhi kehidupan manusia (bhuana alit). Lebih lanjut, mereka membedakan alam semesta menjadi dunia yang kelihatan (sekala) dan dunia yang tidak kelihatan (niskala). Kedua dunia ini mempengaruhi kehidupan manusia.rnKepercayaan akan pengaruh dunia yang tak kelihatan, atau pengaruh daya-daya supranatural, sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari orang Bali. Penyakit, semisal, seringkali dikaitkan dengan pengaruh daya-daya negatif dari dunia yang tak kelihatan atau penggunaan daya-daya supranatural melalui praktek-praktek magis. Masyarakat Bali juga percaya akan dualisme kebaikan dan keburukan. Kepercayaan mereka akan praktek-praktek magis merefleksikan hal ini. Orang Bali membagi praktek magis ke dalam dua kategori. Praktek-praktek magis yang merugikan orang, termasuk membuat orang lain sakit, digolongkan sebagai ilmu hitam (black magic), dalam bahasa Bali disebut leak atau aji wegig. Sebaliknya, praktek-praktek magis untuk menolong orang, semisal untuk menyembuhkan orang akibat gangguan leak, disebut aji usada. Fenomena aji wegig meresap dalam pola pikir dan tingkah laku manusia Bali. Karena itu, kami melihat perlunya Gereja memiliki strategi pastoral berhadapan dengan fenomena aji wegig. Strategi pastoral itu mencakup penilaian moral dan penegasan profetis bahwa fenomena budaya aji wegig adalah praktek magis yang bermain dengan kekuatan jahat sehingga bertentangan dengan iman Katolik. Praktek tersebut bertentangan dengan moral Katolik karena merugikan orang lain, antara lain menyebabkan sakit. Akhirnya, fenomena ini menghalangi internalisasi iman Katolik dalam hidup orang Katolik Bali. Karena itu, kami merekomendasikan agar penilaian dan penegasan profetis tersebut diintegrasikan ke dalam program-program katekese Keuskupan Denpasar.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
261.2 DAW p
Penerbit
Malang : STFT Widya Sasana., 2011
Deskripsi Fisik
iii + 99hlm: 21x28cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
261.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
TESIS 2011
Gereja dan Kebudayaan (Bali)
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN SVD ADITYA WACANA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik