PERPUSTAKAAN SVD ADITYA WACANA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Konsepsi Akhir Sejarah dalam Pemikiran Francis Fukuyama

Text

Konsepsi Akhir Sejarah dalam Pemikiran Francis Fukuyama

Biaf, Arkianus - Nama Orang; 1. Yohanes I Wayan Marianta, MA. - Nama Orang; 2. Prof. Dr. FX. Eko Armada Riyanto - Nama Orang;

Di awal tahun 1990-an, dunia politik internasional digemparkan oleh sebuah tesis yang sangat persuasif sekaligus kontroversial dari seorang pengamat politik internasional, Francis Fukuyama. Dalam tesis tersebut, Fukuyama mendeklarasikan tujuan akhir dari segala gerak sejarah ialah demokrasi liberal. Pasca Perang Dingin, kapitalisme dan demokrasi liberal muncul sebagai pemenang tunggal atas ideologi-ideologi pesaingnya terutama monarki, komunisme dan fasisme. Kemenangan ideologis ini dimaknai sebagai berakhirnya sejarah. Meskipun menyadari evolusi sejarah, Fukuyama beranggapan bahwa demokrasi liberal merupakan titik akhir dari evolusi ideologis umat manusia sekaligus bentuk final pemerintahan manusia. Dengan demikian, negara-negara di dunia tidak memiliki alternatif lain selain kapitalisme dan demokrasi liberal. Bagi Fukuyama, sumber penggerak tujuan akhir ini ialah hasrat untuk diakui. Kapitalisme dan demokrasi liberal dinilai mampu menghapus kelas tuan dan budak serta memuaskan hasrat terdalam manusia yakni kebebasan dan pengakuan akan martabatnya sebagai manusia. Dalam membangun argumennya, Fukuyama diinspirasi oleh filsafat Hegel dan Marx. Bagi Hegel, evolusi sejarah manusia akan berakhir dalam negara liberal (liberal state). Sedangkan bagi Marx, akhir sejarah akan tiba dengan kemenangan kaum proletar yang ditandai dengan munculnya masyarakat komunis. Fukuyama dalam hal ini lebih mengamini Hegel. Fukuyama meyakini bahwa kapitalisme dan demokrasi liberal adalah tujuan akhir dari evolusi ideologis dan pemerintahan manusia sebab keduanya mampu mengakomodasi hasrat fundamental manusia akan kebebasan dan pengakuan martabat.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
901 BIA k
Penerbit
Malang : STFT Widya Sasana., 2013
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
901
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
filsafat sejarah
SKRIPSI 2013
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN SVD ADITYA WACANA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik