A New Way of Being Church - in - Mission
The Indonesian Context
DOI:
https://doi.org/10.69621/jpf.v13i1.105Parole chiave:
being interreligious and intercultural, participation, culture of harmony, basic Christian communities (BCC), model of discipleship, Christlike spirituality.Abstract
Artikel dengan judul “A New Way of Being Church-in-Mission: The Indonesian Context” ini dikembangkan dari tiga pertanyaan utama: “Bagaimana Gereja memahami negara-bangsa Indonesia sebagai medan hidupnya? Bagaimana Gereja memahami dirinya di antara umat beragama lain? Dan, bagaimana Gereja memaknai hidup misionernya di dalam dan bagi masyarakat Indonesia?” Penulis yakin bahwa menjadi Gereja misioner (Church-in-mission) dalam konteks Indonesia pada intinya membangun komunitas beriman yang interreligius dan interkultural. Tese ini dikembangkan dengan dukungan gagasan-gagasan teologis seperti Gereja sebagai umat ziarah, duta dari Sang pangeran perdamaian, Gereja sebagai pelayan, Gereja dengan peran kenabian, Gereja yang mengembangkan spiritualitas Kristus (Christ-like spirituality).
Downloads
Riferimenti bibliografici
Ali, Muhamad (2008), “The Discriminative State and the Compulsory Faith”, http://old.thejakartapost.com/detaileditorial.asp?fileid= 20080605.E02&irec=1 (accessed on June 28).
Aritonang, Jan Sihar and Karel Steenbrink, eds. (2008), A History of Christianity in Indonesia. Leiden: Brill.
Bakker, Freek L. and Jan Sihar Aritonang, eds. (2006), On the Edge of Many Worlds. Zoetermeer: Meinema.
De Jong, Kees (2006) “Inter-religious Relations in Present Indonesia.” In On the Edge of Many Worlds, eds. Freek L. Bakker, Jan Sihar Aritonang, 162-180. Zoetermeer: Meinema.
En.wikipedia (2018), “Demographics of Indonesia,” https://en.wikipedia.org/ wiki/Demographics_of_Indonesia (accessed January 5, 2018).
Flannery, Austin, ed. (1984), Vatican Council II: The Conciliar and Post Conciliar Documents. Collegevile, MN: Liturgidal Press.
Hardawiryana, Robert (2001), Dialog Umat Kristiani dengan Umat Pluri- Agama/-Kepercayaan di Nusantara,Yogyakarta: Kanisius.
John Paul II (2007) “Apostolic Exhortation Ecclesia in Asia.” http:// www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/apost_exhortations/documents/ hf_jp-ii_exh_06111999_ecclesia-in-asia_en.html (accessed on June 25).
Kompas.com (2018), “Bappenas Jawab Ketimpangan Daerah dengan Indonesia Development Forum,” https://ekonomi.kompas.com/read/2018/
/29/123312926/bappenas-jawab-ketimpangan-daerah-denganindonesia- development-forum (accessed June 29).
Konferensi Waligereja Indonesia (2017) Nota Pastoral KWI 2017: Mencegah dan Memberantas Korupsi. Jakarta; Obor.
Konferensi Waligereja Indonesia (2018), Nota Pastoral KWI 2018: Panggilan Gereja dalam Hidup Berbangsa. Menjadi Gereja yang Relevan dan Signifikan. Jakarta: Obor,.
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) (2007), Nota Pastoral 2003: Keadilan Sosial Bagi Semua. http://www.mirifica.net (accessed on June 25).
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) (2007), Nota Pastoral 2004: Keadaban Publik: Menuju Habitus Baru Bangsa; Keadilan Sosial Bagi Semua (Pendekatan Sosio-Budaya). http://www.mirifica.net (accessed on June 25).
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) (2007), Nota Pastoral 2006: Habitus Baru: Ekonomi Yang Berkeadilan; Keadilan bagi Semua: Pendekatan Sosio-Ekonomi, http://www.mirifica.net (accessed on
June 25).
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) (2009), Nota Pastoral 2008: Mendorong LPK Untuk Berubah, http://www.mirifica.net/ Artdetail.Php?Aid=5999, (accessed on December 2).
Lutheranworld.org (2017), “Creative interfaith training for a new generation”, Medan, Indonesia/Geneva 29/9/2017, https://www.lutheranworld.org/news/ creative-interfaith-training-new-generation (accessed January 5, 2018).
Mangunwijaya, Y.B. (1999), Memuliakan Allah, Mengangkat Manusia. Yogyakarta: Kanisius.
Margana, A. (2004), Komunitas Basis: Gerak Menggereja Kontekstual. Yogyakarta: Kanisius.
Mauladi, Sahrul, ed. (2015) Penyerbukan Silang Antarbudaya. Membangun Manusia Indonesia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo – Kompas Gramedia.
Paul VI (1982), “Evangelii Nuntiandi.” In Vatican Council II: More Post Conciliar Documents, ed. Austin Flannery, 711-761. Collegevile, MN: Liturgidal Press.
Pontifical Council for Inter-Religious Dialogue (2018), “Dialogue and Proclamation”. http://www.vatican.va/roman_curia/pontifical_councils/ interelg/documents/rc_pc_interelg_doc_19051991_dialogue-andproclamatio_ en.html (accessed January 5).
Steenbrink, Karl (2007), Catholics in Indonesia, 1808-1942: A documented history. Leiden: KITLV Press.
Sudhiarsa, Raymundus (2006a), “Conflict and Peace as Missiological Issues in Contemporary Indonesia.” In On the Edge of Many Worlds, eds. Freek L. Bakker and Jan Sihar Aritonang, 188-199. Zoetermeer: Meinema.
Sudhiarsa, Raymundus (2006b), “Theology of the ‘Small Flock’ (Indonesia).” Omnis Terra n. 369, July-August, 300-306.
Suharyo, Ignatius (2009), The Catholic Way: Kekatolikan dan Keindonesiaan Kita. Yogyakarta: Kanisius.
Sunarko, Adrianus et al., eds. (2005), Bangkit dan Bergeraklah! Dokumentasi Hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2005. Jakarta: Sekretariat SAGKI.
Suparlan, Parsudi (2000), “Masyarakat Majemuk dan Perawatannya.” Antropologi Indonesia, 63, 1-14.
Secretariatus pro non-Christianis (1985), Sikap Gereja terhadap Para Penganut Agama-agama Lain (terj. Hadiwikarta), Jakarta: Obor & HAK-KWI.
##submission.downloads##
Pubblicato
Come citare
Licenza

Questo lavoro è fornito con la licenza Creative Commons Attribuzione - Non commerciale - Non opere derivate 4.0 Internazionale.














