Makna Nilai Silas dalam Perkawinan Katolik Sunda

Penulis

  • Kristoforus Alfrianto Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v15i1.9

Kata Kunci:

Silas, Sineger Tengah, Sundanese Catholic Marriage, Inkulturasi.

Abstrak

Artikel tersebut menyoroti salah satu kearifan lokal etnis Sunda, yaitu Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh (SILAS). Silih Asih diartikan sebagai saling mencintai dari lubuk hati yang paling dalam. Silih Asah artinya saling meningkatkan kualitas hidup manusia. Sedangkan Silih Asuh dianggap sebagai pendidikan bersama di antara anggota masyarakat untuk kehidupan yang harmonis. Dengan nilai-nilai luhur tersebut, orang Sunda diharapkan dapat membangun keluarganya sesuai dengan itu. Dengan demikian masyarakat dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis dalam masyarakatnya. Orang Sunda pada umumnya, serta umat Katolik pada khususnya, sudah begitu akrab dengan nilai-nilai Silas. Penulis kemudian berpendapat bahwa umat Katolik sangat diharapkan untuk menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan perkawinan mereka dan sebagai bagian dari mereka sebagai orang Sunda.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Andres Doweng Bolo (2018), “Antara Titangtu (Tangtilu) dan Demokrasi: Membaca Demokrasi dalam Rima Urang Sunda”, eds. Armada Riyanto et al., Kearifan Lokal Pancasila: Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan.” Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

De Liturgica Romana et Incultulatione: Liturgi Romawi dan Inkulturasi (2011), Jakarta: Dokpen KWI. 17

Ekadjati, Edi S. (2005), Kebudayaan Sunda: Suatu Pendekatan Sejarah 1. Jakarta: Penerbit Dunia Pustaka Jaya.

Fransiskus (2017), Amoris Laetitia (Sukacita Kasih), Seruan Apostolik Pascasinode Paus Fransiskus, 19 Maret 2016, terj. Komisi Keluarga KWI dan Couple for Christ Indonesia. Jakarta: Dokpen KWI.

Kitab Hukum Kanonik (2016), terj. Tim Temu Kanonis Regio Jawa. Jakarta: KWI.

Konsili Vatikan II (2013), Gaudium et Spes: Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa ini, terj. R. Hardawiryana. Jakarta: Dokpen KWI.

Riyanto, Armada et al., eds. (2018), Kearifan Lokal Pancasila: Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Saini K.M., et al. (1979), Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Jawa Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sukmana, Cornelius Iman (2014), “Peran Budaya dalam Kehidupan Beragama: Kajian atas Kehidupan Beragama Umat Katolik Sunda di Cigugur,” Jurnal Teologi: Universitas Sanata Dharma, Vol. 03, No. 02, November.

Sumardjo, Jakob (2009), Struktur Filosofis Artefak Sunda. Bandung Penerbit Kelir.

Sumardjo, Jakob (2010), Sunda: Pola Rasionalitas Budaya. Bandung: Penerbit Kelir.

Suryalaga, R. Hidayat (2010), Kesundaan Rawayan Jati. Bandung: Yayasan Nur Hidayah.

Yohanes Paulus II (2011), Familiaris Consortio (Keluarga): Anjuran Apostolik Sri Paus Yohanes Paulus II tentang Peranan Keluarga Kristen dalam Dunia Modern, terj. R. Hardawiryana. Jakarta: Dokpen KWI.

Unduhan

Diterbitkan

2020-06-01

Cara Mengutip

Alfrianto, K. . (2020). Makna Nilai Silas dalam Perkawinan Katolik Sunda . Perspektif, 15(1), 1–17. https://doi.org/10.69621/jpf.v15i1.9

Terbitan

Bagian

Artikel

Kategori