Dimensi Misioner Gereja Dalam Masyarakat Plural
Mendalami Pergulatan Teologis Gereja Katolik Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.69621/jpf.v10i1.5Palabras clave:
masyarakat pluralis, konflik sektarian, dimensi misioner Gereja, missio Dei, dialog budaya, Gereja kaum miskinResumen
Sebagai masyarakat majemuk dan multikultural, negara yang visioner dan ideal, Indonesia telah berjuang untuk menata konstelasi beragam suku, agama, ras, dan golongan untuk masyarakat yang satu, adil, dan damai. Sayangnya, konflik dan kekerasan di antara masyarakat muncul dari waktu ke waktu; secara khusus penulis menyebutkan kejadian-kejadian di sekitar akhir Era Baru (Orde Baru) dan munculnya era Reformasi. Dalam konteks yang sangat menantang inilah Gereja dipanggil untuk mengaktualisasikan misinya. Bagaimana bisa Gereja Indonesia menyampaikan pesannya secara bermakna dan berhasil dengan baik untuk kemajuan masyarakat? Bagaimana Gereja dapat bekerjasama secara erat dengan orang-orang dari kepercayaan lain dan mereka yang berkehendak baik? Artikel ini mencoba menyoroti analisis yang berkaitan dengan konteks misi nyata di negara ini dan menawarkan beberapa wawasan teologis yang dapat dipraktikkan oleh Gereja. Di bawah bimbingan teologis missio Dei untuk Kerajaan Allah, Gereja Indonesia tidak diragukan lagi berjuang untuk menyemangati dirinya menjadi komunitas orang percaya dalam dialog dengan konteksnya, yaitu umat yang beragam dalam masyarakat multikultural dalam segala dinamikanya.
Descargas
Citas
Armada Riyanto, FX. (1995), Dialog Agama, Yogyakarta: Kanisius.
Armada Riyanto, FX. (2010), Dialog Interreligius, Yogyakarta: Kanisius.
Armada Riyanto, FX. (2011), Berfilsafat Politik, Yogyakarta: Kanisius.
Bagus Irawan, Al. (ed.) (2011), Gereja Misioner yang Diterangi Sabda Allah Bersama Wilhemus van der Weiden, MSF, Yogyakarta: Kanisius.
Banawiratma (1993), Bersama Saudara-saudari Beriman lain Perspektif Gereja Katolik, dalam: Seri Dian I Tahun I, Yogyakarta: Dian Interfidei.
Banawiratma, Y.B. (1996), Teologi Kemerdekaan, Yogyakarta: Kanisius.
Bevans, Stephen B & Roger P. Schroeder (2006), Terus berubah – Tetap Setia: Dasar, Pola, Konteks Misi, Maumere: Ledalero.
Dokumen Konsili Vatikan II (terj. R. Hardawiryana) (2008), Jakarta: Obor. dimensi misioner gereja dalam masyarakat plural - vinsensius f. mariyanto76
Gonggong, Anhar (1993), Antara Gereja dan Negara, Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Hardawiryana R. (terj.) (1983), Teologi Pembebasan dalam konteks teologi teologi Masa Kini, Yogyakarta: Kanisius.
Hardawiryana, R. (2001), Umat Kristiani Mempribumi Menghayati Iman Kristiani di Nusantara, dalam: Cara Baru Menggereja di Indonesia 5, (Yogyakarta: Kanisius,), hlm. 151.
Harjawiyata, Frans (1998), Yesus dan Situasi Zaman-Nya, Yogyakarta: Kanisius.
Krispurwana Cahyadi, Telesphoros (2010), “Gereja dan Pelayanan Kasih”, Yogyakarta: Kanisius.
Krispurwana Cahyadi, Telesphoros (2010), Gereja dan Pelayanan Kasih, Yogyakarta: Kanisius.
Ngelow, Zakaria J. (1996), Kekristenan dan Nasionalisme-Perjumpaan Umat Kristen Protestan dengan Pergerakan Nasional Indonesia 1900, Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Seri Dokumen FABC No. 1 (1995), Dokumen Sidang-sidang Federasi Konfrensi-konfrensi Para Uskup Asia 1970-1991 (terj. R. Hardawiryana, SJ), Jakarta: Dokpen-KWI.
Seri Dokumen FABC No. 4
Seri Forum LPPS No. 40 (1999), Modul Seminar Orientasi Dasar Komunitas Basis Gerejani, Jakarta: LPPS KWI.
Spektrum XXII (1994), No. 2
Wardaya, Baskara T. (1995), Spiritual Pembebasan, Yogyakarta: Kanisius.
Widi Artanto (1997), Menjadi Gereja Misioner, Yogyakarta: Kanisius – Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Woga, Edmund (2002), Dasar-dasar Misiologi, Yogyakarta: Kanisius
Descargas
Publicado
Cómo citar
Licencia
Derechos de autor 2015 Vinsensius F. Mariyanto

Esta obra está bajo una licencia internacional Creative Commons Atribución-NoComercial-SinDerivadas 4.0.














