Reformasi Ayu Utami:

Kritik Terhadap Monopoli Agama-agama Besar

Autori

  • Karel Steenbrink Universitas Utrecht

DOI:

https://doi.org/10.69621/jpf.v10i1.1

Abstract

Dalam delapan novelnya, penulis Jawa Ayu Utami (lahir 1968) telah menyampaikan serangan kritis terhadap doktrin dan praktik agama-agama besar di Indonesia. Dua buku yang menggambarkan perjuangan spiritual pendeta Katolik Saman (1998-2002) menyerukan agar agama lebih aktif di arena politik, tetapi menyerahkan aturan seksual kepada masing-masing individu. Novel Bilangan Fu (2008) mengutuk monopoli agama-agama besar yang mendukung spiritualitas lokal dan individu. Ini dikembangkan dalam serangkaian novel yang dua di antaranya telah terbit. Siklus ketiga yang terdiri dari tiga novel yang kurang lebih bersifat autobiografi (2003-2013) menggambarkan perjalanan pribadinya dari ateisme menuju spiritualitas yang kritis namun positif, yang mengutuk kecenderungan klerikal dan monopoli dalam agama Katolik. Kritik Utami terhadap agama-agama besar bersifat eksternal (lebih banyak pemain di lapangan yang harus diakui) dan internal (para pemimpin agama harus memiliki klaim yang lebih rendah hati terhadap umatnya dan memberikan lebih banyak ruang untuk pilihan pribadi).

Downloads

La data di download non è ancora disponibile.

Riferimenti bibliografici

Al-Attas, Syed Muhammad Naguib (1970), The Mysticism of Hamzam Fansûrî,

Kuala Lumpur: University of Malaya Press.

Bakker, Jan W. (1972), Piagam ‘Nostra Aetate’, Konsili Vatikan II. Tafsiran

Zaman Kita, zaman dialog antar-agama, Yogyakarta: Kanisius.

Bakker, Jan W. (1979), Agama dan alam kerohanian asli di Indonesia,

Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka (under the penn-name Rachmat

Subagya; later editions as Agama Asli Indonesia, Jakarta: Sinar Harapan).

Campbell, Micaele (2007), “Mother/non-mother: ibuism as subtext in the Literary Works of Ayu Utami”. In: Review of Indonesian and Malaysian

Affairs, Vol. 41/2:41-66.

Clark, Marshall (2004), “Too Many Wisanggenis: Reinventing the Wayang at

the Turn of the Century”, in: Indonesia and the Malay World, Vol 32, no

:62-79.

Garcia, Michael Nieto (2004), “More than Sex. Three women authors take

Indonesian literary world by storm’, in: Inside Indonesia, no 80:26-27.

Hatley, Barbara (1999), “New Directions in Indonesan Women’s Writing? The

Novel Saman. In: Asian Studies Review 23:449-60.

Mahmada, Non Darol (ed) (2008), Pergulatan iman: Munir, Ahmad “Dewa”

Dhani, Dee Lestari, Ayu Utami, Garin Nugroho, Faisal Basri, Arief

Budiman, dll. Jakarta: Nalar Soetrisno Bachir Foundation.

Marching, Soe Tjen (2007a), “The Representation of the Female Body in two

Contemporary Indonesian Novels. Ayu Utami’s Saman and Fira Basuki’s

Jendela-jendela, in: Indonesia and the Malay World Vol. 35, no 102:231-

Marching, Soe Tjen (2007b), “Descriptions of Female Sexuality in Ayu Utami’s

Saman. In: Journal of Southeast Asian Studies, 38/1:133-146

Pubblicato

2015-06-01

Fascicolo

Sezione

Articoli

Categorie

Come citare

Reformasi Ayu Utami:: Kritik Terhadap Monopoli Agama-agama Besar. (2015). Perspektif, 10(1), 1-21. https://doi.org/10.69621/jpf.v10i1.1