Memahami Kebahagiaan Hidup Perkawinan dalam Terang Etika Eudaimonia Aristoteles dan Korelasinya dengan Pandangan Gereja Katolik
DOI:
https://doi.org/10.69621/jpf.v19i1.209Palavras-chave:
pasangan suami-istri, perkawinan, eudaimoniaResumo
Artikel ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perkawinan dan konsep eudaimonia Aristoteles. (2) mendeskripsikan model ideal kebahagiaan dalam hidup perkawinan di tengah melonjaknya peristiwa perceraian. Model ideal kebahagiaan dalam hidup perkawinan ditelaah dari perspektif etika eudaimonia Aristoteles. (3) menunjukkan korelasi antara pemahaman kebahagiaan ala Aristoteles dengan pandangan gereja Katolik dalam hidup perkawinan. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif. Penulis mencari dan mengumpulkan berbagai literatur terkait dan memproposalkan konsep etika eudaimonia Aristoteles sebagai model ideal kebahagiaan dalam hidup perkawinan dengan menunjukkan korelasi dengan pandangan Gereja Katolik. Artikel ini menunjukkan sikap dan tindakan yang harus diambil oleh pasangan suami istri dalam memperkokoh ikatan perkawinan yang telah diikrarkan. Sikap dan tindakan konkret yang perlu dilakukan ialah berusaha mengetahui apa itu kebahagiaan dan melakukan tindakan khasnya dengan tetap mempertahankan relasi persahabatan dalam ikatan perkawinan tersebut.
Downloads
Referências
Al Mundzir, Mohammad Darwis. (2015). MAKNA KEBAHAGIAAN MENURUT ARISTOTELES (Studi Atas Etika Nikomachea). (Skripsi Serjana, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung).
Annur, Cindy Mutia. (2023). “Kasus Perceraian di Indonesia Melonjak Lagi pada 2022, Tertinggi dalam Enam Tahun Terakhir.” Databoks. https://id.search.yahoo.com/search?fr=mcafee&type=E210ID91215G0&p=%E2%80%9CKasus+Perceraian+di+Indonesia+Melonjak+Lagi+pada+2022%2C+Tertinggi+dalam+Enam+Tahun+Terakhir
Ara, Alfonsus. (2018) “Keluarga dalam Rencana Allah: Ulasan Teologis Sakramentalitas Perkawinan dan Hidup Keluarga Kristiani”, dalam Surip Stanislaus, ed. Keluarga Rukun, Tinjauan Antropologis, Psikologis dan Teologis. Medan: Bina Media Perintis.
Aristoteles. ETIKA NIKOMAKEA. Ed. Wawan Kurn. Terj. Roger Crisp dan Ratih Dwi Astuti. Yogyakarta: BASABASI, 2020.
Dewi, Nyoman Riana, dan Hilda Sudhana. “Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Pasutri dengan Keharmonisan dalam Pernikahan” Jurnal Psikologi Udayana, Vol. 1, No. 1, 2013.
Dian Utami, Tentry Yudvi, ed. (2021). “Ini Empat (4) Penyebab perceraian dalam Rumah Tangga, Salah Satunya Ekonomi” Kompas.com. https://www.kompas.com/parapuan/read/532936467/ini-4-penyebab-perceraian-dalam-rumah-tangga-salah-satunya-ekonomi
Dihni, Vika Azkiya. (2022). “Kasus Perceraian di Indonesia Masih Marak, Ini Penyebabnya” databoks. https://id.search.yahoo.com/search?fr=mcafee&type=E210ID91215G0&p=%E2%80%9CKasus+Perceraian+di+Indonesia+Masih+Marak%2C+Ini+Penyebabnya%E2%80%9D+databoks.
Effendi, Rusfian. (2017). Filsafat Kebahagiaan (Plato, Aristoteles, Al-Ghazali, Al-Farabi. DEEPUBLISH.
Febriano, Yoga. (2022). Bencana, Penderitaan, dan Kebahagiaan (Suatu Refleksi Filosofis atas Penderitaan Manusia di Tengah Bencana dalam Perspektif Etika Eudaimonia Aristoteles). FORUM Filsafat dan Teologi, Vol. 51, No. 1.
Gobai, Daniel Wejasokani Dan Yulianus Korain. (2020). “Hukum Perkawinan Katolik Dan Sifatnya. Sebuah Manifestasi Relasi Cinta Kristus Kepada Gereja Yang Satu Dan Tak Terpisahkan”. Jurnal Hukum Magnum Opus, 3:1.
Lon, Yohanes Servatius. (2019). Hukum Perkawinan Sakramen dalam Gereja Katolik. Yogyakarta: PT. Kanisius.
Magnis-Suseno, Franz. (2012). Pijar-Pijar Filsafat (dari Gatholoco ke Filsafat Perempuan, dari Adam Muller ke Postmodernisme). Yogyakarta: Kanisius.
---------------------------. (2018). Menjadi Manusia: Belajar dari Aristoteles. Yogyakarta: Kanisius.
Moa, Antonius dan Yordianus Pajo Hewen. (2022). “CINTA KASIH SUAMI-ISTRI SEBAGAI FONDASI KEHIDUPAN KELUARGA KRISTIANI (Suatu Uraian Moral Kristiani menurut Paus Fransiskus dalam Seruan Apostolik Amoris Laetitia)”. Jurnal Filsafat-Teologi, Vol. 19, No. 2.
Paus Fransiskus. (2017). Seruan Apostolik Amoris Laetitia (Sukacita Kasih) (Seri Dokumen Gerejawi no. 100). Diterjemahkan oleh Komisi Keluarga KWI dan Couples for Christ Indonesia. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.
Perdana, Putra Prima. (2020). “Dalam Sebulan, Ribuan Warga Daftar Gugat Cerai di PA Soreang, Bandung”. Kompas.com. https://regional.kompas.com/read/2020/08/26/11564761/dalam-sebulan-ribuan-warga-daftar-gugat-cerai-di-pa-soreang-bandung.
Rizaty, Monavia Ayu. (2023). “Ada 516 Kasus Perceraian di Indonesia pada 2020” DataIndonesia.id. https://dataindonesia.id/varia/detail/ada-516344-kasus-perceraian-di-indonesia-pada-2022.
Stutzer, A. dan Bruno S. Frey. (2016). “Does Marriage Make People Happy, or Do Happy People Get Married?” Journal of Socio-Economics, 35:2.
Ulfah, Andi Sitti Aabidiyaany Maria. (2013). “Perjanjian Kawin Dalam Perspektif Hakikat Perkawinan”. Tesis, Universitas Hasanuddin Makassar.
Wea, Donatus Dan Agustinus Kia Wolomasi. (2022). “Model Pendidikan Iman Anak Dalam Keluarga Berbasis Anjuran Apostolik Familiaris Consortiodalam Menumbuhkan Perilaku Altruistik”. Jurnal Jumpa, Vol. X, No. 1.
Yuniariandini, Amanta. (2016). “Kebahagiaan Pernikahan: Pertemanan Dan Komitmen”. Psikovidya, Vol. 20, No. 2.
Downloads
Publicado
Licença
Direitos de Autor (c) 2024 Damasus Frederiko Lena, Antonius Mbukut

Este trabalho encontra-se publicado com a Licença Internacional Creative Commons Atribuição-NãoComercial-SemDerivações 4.0.














